Iklan muba

Masyarakat Menghendaki Penutupan Usaha Magot dan Pemindahan TPST 3R Baratan

More articles

Jember, Investigasi.News – Bertahun-tahun, warga dan pengusaha yang berada di baratan menuai dampak negatif karena adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R wilayah Baratan dan pengusaha Magot.

Seperti yang dikatakan oleh ketua RT 03/ Rw 09, Mukhtar mengatakan bahwa masyarakat mengeluhkan aroma busuk dan lalat dikarenakan adanya TPST 3R dan pengusaha Magot yang ada di Kelurahan Baratan.

“Warga sudah lama mengeluhkan pencemaran lingkungan yang berasal dari TPST 3R dan pengusaha Magot. Ditambah lagi tanpa adanya ijin warga tempat tersebut juga difungsikan sebagai ternak Bebek, baunya tambah menyengat, ” ungkap Mukhtar.

Atas keluhan warganya, Lurah Baratan bersama babinsa dan bhabinkamtibmas mengadakan mediasi antara masyarakat dan pengelola TPST serta pengusaha Magot.

Dalam musyawarah, masyarakat setempat yang merasakan aroma busuk itu yang diwakili oleh ketua RW, meminta kepada pemerintah setempat agar usah ternak tersebut segera ditutup atau dipindahkan ke tempat lain, karena mereka sudah tidak tahan mencium aroma busuk tersebut.

“Lebih baik ditutup, karena menurut aturannya, pendirian TPST ini harus memiliki jarak kurang lebihnya 500 meter dari pemukiman. Pendirian TPST Baratan sudah melanggar aturan, karena berdempetan langsung dengan rumah warga” ujar Ketua RW 09.

Hasil dari musyawarah tersebut, menemukan kesepakatan bahwa dalam waktu satu minggu pihak TPST dan pengusaha magot harus menetralisir aroma busuk sehingga tidak lagi berdampak kepada lingkungan.

Seperti yang diucapkan oleh lurah Baratan, kami sudah menyepakati bahwa dalam 1 minggu pengusaha Magot dan pengelola TPST harus bisa menetralisir bau busuk yang berdampak kepada masyarakat.

“Jadi kami beri waktu 1 minggu untuk menetralisir bau busuk” ungkap Lurah.

Ia melanjutkan, setelah 1 minggu kami akan kembali berkunjung kembali kesini. Apabila masih tidak bisa dinetralisir, maka TPST dan pengusaha magot harus ditutup sesuai kesepakatan bersama. Js

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest