Sawahlunto-Dua unit rumah permanen milik warga di Dusun Kampung Baru, Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, ludes dilalap si jago merah pada Senin malam (20/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik setelah terdengar ledakan dari loteng salah satu rumah.
Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana, SIK, MH membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 22.00 WIB dan segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sawahlunto.
“Benar, tim kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 22.00 WIB. Kami langsung menghubungi Damkar Kota Sawahlunto. Selanjutnya personel kami bersama Damkar dan warga sekitar bahu-membahu melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke rumah di sekitarnya. Kebakaran ini menghanguskan dua unit rumah warga,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, awalnya terdengar suara letusan dari loteng rumah milik Jumiran (80) sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak lama kemudian muncul percikan api yang dengan cepat membesar.
Melihat kobaran api mulai membesar, Jumiran bersama keluarganya segera keluar rumah dan menyelamatkan diri ke rumah kerabat yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Api kemudian dengan cepat melahap rumah tersebut dan merembet ke rumah milik Rama Geni (39) yang berada di sebelahnya.
Kapolres menambahkan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
“Untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada. Sementara kerugian materiil belum bisa dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.50 WIB. Setelah itu, petugas Damkar melakukan proses pendinginan di sekitar lokasi kejadian guna memastikan api benar-benar padam.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik. Saat ini area lokasi kejadian telah dipasang garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (pin)

















