BIAK NUMFOR – Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra mengambil sikap tegas terhadap dua pejabat yang tidak hadir dan menolak dilantik dalam acara pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Biak Numfor.
Pelantikan digelar Rabu, 20 Mei 2026 di Gedung KSL Biak. Dalam sambutannya, Markus menyoroti absennya dua pejabat senior yang dinilai belum siap menjalankan amanah pemerintahan.
“Saya menyayangkan ada dua orang yang hari ini tidak ingin dilantik. Padahal mereka berlatar belakang pemerintahan dan sudah senior. Jangan hanya berpendidikan tinggi, tetapi saat diberi tugas justru tidak siap,” kata Markus di hadapan pejabat yang dilantik.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan ketidaktaatan terhadap aturan birokrasi dan etika pemerintahan. Ia menegaskan, Pemkab Biak Numfor tengah berupaya memperbaiki kinerja dan menegakkan disiplin aparatur.
“Kita sedang berusaha memperbaiki kinerja pemerintahan dan menegakkan aturan. Kalau ada yang mencoba menguji penegakan aturan, mari kita saling menguji,” ujarnya.
Markus menyebut pemerintah masih memberi ruang pembinaan dengan mengembalikan pejabat ke jabatan setara sesuai aturan. Namun jika pelanggaran berulang, sanksi administratif lebih berat bisa diterapkan, termasuk pengembalian seluruh tunjangan selama menjabat sebagai pelaksana tugas.
“Kita bisa lakukan pengembalian seluruh tunjangan yang diterima selama menjabat sebagai penjabat. Silakan dihitung,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar menjaga kepercayaan pimpinan dan tidak memanfaatkan kedekatan pribadi dengan kepala daerah untuk kepentingan pribadi.
“Jangan merasa dekat dengan bupati lalu mengatasnamakan nama bupati untuk kepentingan pribadi. Bekerja harus sesuai aturan,” katanya.
Markus menambahkan, evaluasi jabatan dilakukan setiap dua tahun sesuai ketentuan. Jika kinerja tidak membaik, rotasi tetap akan dilakukan.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyinggung tekanan terhadap keuangan daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat. Dampak situasi ekonomi global dan nasional, kata dia, juga dirasakan hingga ke daerah.
“Kondisi ekonomi tidak hanya dirasakan di Biak, tetapi di seluruh Indonesia. Perang dan kebijakan nasional berdampak sampai ke daerah,” ujarnya.
Markus mengutip pesan almarhum mantan Bupati Biak Numfor Yusuf Melyanus Maryen agar pemimpin tidak mudah terpancing dinamika politik birokrasi dan mampu menahan emosi dalam menjalankan pemerintahan.
Pelantikan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari pembinaan karier ASN sekaligus upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di Biak Numfor. Jhon



















