KARIMUN — Menanamkan budaya membaca tidak cukup hanya dengan menyediakan buku, tetapi membutuhkan keteladanan, motivasi, dan lingkungan yang mampu membuat anak-anak mencintai dunia literasi sejak dini. Semangat itulah yang dibangun Bunda Literasi Kabupaten Karimun, Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah, S.Pd., saat bertemu dan memberikan motivasi kepada puluhan siswa sekolah dasar di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun, Rabu (19/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi sekaligus menanamkan kebiasaan membaca kepada generasi muda sejak usia sekolah. Sebanyak 60 siswa-siswi SD mengikuti kegiatan edukatif tersebut dengan penuh antusias.
Dalam kesempatan itu, Bunda Literasi Kabupaten Karimun didampingi Lisa Amrianti Rocky Bawole, Pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Karimun, serta penggiat literasi dari Kargo Baca yang juga merupakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Darussalam.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang tidak hanya bertumpu pada sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga, komunitas, pemerintah, dan masyarakat. Dengan lingkungan yang mendukung, budaya membaca diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang melekat dalam kehidupan anak-anak.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan membaca, literasi dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat karakter generasi muda.
Karena itu, kegiatan literasi dikemas secara edukatif dan menyenangkan agar anak-anak tidak memandang membaca sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai aktivitas yang memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.
Salah satu bagian yang mencuri perhatian peserta adalah penampilan pendongeng cilik, Ajeng Myasa Al Viona. Siswi kelas V SDN 003 Kecamatan Meral tersebut tampil membawakan cerita di hadapan peserta.
Ajeng bukan sekadar tampil sebagai pendongeng cilik. Ia juga merupakan utusan Kabupaten Karimun yang akan berlaga dalam Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026. Kehadirannya sekaligus menjadi contoh nyata bahwa budaya membaca dan kemampuan bertutur dapat menjadi modal penting bagi anak untuk berprestasi.
Di hadapan para siswa, Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah mengajak anak-anak untuk menjadikan buku sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa membaca merupakan salah satu pintu utama untuk membuka cakrawala pengetahuan.
Dengan mengusung pesan “Buku Merupakan Inspirasi Tanpa Batas”, Bunda Literasi Karimun mendorong para siswa agar tidak ragu mengeksplorasi dunia melalui buku.
“Dengan membaca, anak-anak dapat mengenal pengetahuan yang lebih luas, membuka wawasan, dan mengembangkan imajinasi. Semua itu akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk masa depan mereka,” pesannya.
Menurutnya, kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini akan memberikan fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang memiliki wawasan luas, kreatif, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga berharap semangat literasi tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi dapat diteruskan di lingkungan sekolah maupun keluarga. Orang tua dan guru memiliki peran strategis untuk menciptakan suasana yang mendorong anak gemar membaca dan berani menyampaikan gagasan.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Sebab, membangun generasi unggul tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga dengan membiasakan anak membaca, berpikir kritis, berimajinasi, dan berani berkomunikasi sejak usia dini. (Sapi’i)








