PADANG — Rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perumda Air Minum Kota Padang kini memasuki tahap akhir atau finishing. Pekerjaan difokuskan pada penyempurnaan sejumlah bagian teknis serta pemeriksaan menyeluruh sebelum instalasi kembali dioperasikan secara optimal.
Direktur Operasional Perumda Air Minum Kota Padang, Afrizal Kuning, mengatakan tahapan akhir tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh komponen yang telah direhabilitasi berada dalam kondisi siap digunakan,( 21/09).
Menurutnya, pengoperasian kembali IPA Gunung Pangilun tidak hanya bergantung pada selesainya pekerjaan fisik. Seluruh sistem harus melalui pemeriksaan dan pengujian guna memastikan tidak terdapat kendala teknis yang dapat mengganggu proses pengolahan maupun pelayanan kepada pelanggan.
“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi pelanggan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian pelayanan air setiap hari. Karena itu, kami terus mengawal pekerjaan di lapangan agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik. Kami tidak ingin terburu-buru mengoperasikan instalasi sebelum seluruh aspek teknis benar-benar dipastikan siap,” ujar Afrizal.
Ia menjelaskan, tahap finishing belum berarti seluruh pekerjaan telah rampung. Masih terdapat pemeriksaan dan penyempurnaan yang harus dilakukan sebelum sistem dapat difungsikan secara normal.
Afrizal menegaskan, keselamatan sistem, kualitas pengolahan air, serta kontinuitas pelayanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu pengoperasian kembali.
“Target kita tentu secepatnya kembali memberikan pelayanan secara optimal. Namun, yang paling penting adalah memastikan seluruh sistem bekerja sebagaimana mestinya. Jika hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kendala teknis, khususnya pada bagian accelerator, maka fasilitas tersebut ditargetkan sudah dapat digunakan pada Rabu, 23 September 2026,” katanya.
Pengoperasian kembali accelerator menjadi salah satu tahapan penting dalam rehabilitasi IPA Gunung Pangilun karena komponen tersebut berkaitan dengan proses pengolahan air. Untuk itu, pemeriksaan teknis dilakukan secara cermat sebelum fasilitas tersebut difungsikan kembali.
Perumda Air Minum Kota Padang juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi antarpersonel teknis. Hasil pemeriksaan menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan pengoperasian dilakukan.
Afrizal menyadari proses rehabilitasi berdampak terhadap kenyamanan pelayanan yang diterima sebagian pelanggan. Untuk itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasi atas kesabaran masyarakat selama pekerjaan berlangsung.
“Kami berterima kasih kepada pelanggan yang telah bersabar dan memahami proses ini. Kami menyadari air merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Karena itu, pekerjaan ini kami dorong agar selesai dengan tetap mengutamakan ketelitian. Lebih baik kita memastikan semuanya benar-benar siap, sehingga ketika kembali beroperasi pelayanan dapat berjalan lebih stabil dan optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, jajaran teknis Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya mempercepat penyelesaian rehabilitasi tanpa mengabaikan standar teknis yang harus dipenuhi.
Rehabilitasi IPA Gunung Pangilun diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem produksi dan distribusi air bersih bagi masyarakat Kota Padang. Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman dan sistem siap digunakan, pengoperasian akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi teknis instalasi.
“Intinya, kami ingin ketika sistem kembali dijalankan, pelanggan mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Mohon doa dan kesabarannya. Tim kami terus bekerja dan memastikan setiap tahapan dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” tutup Afrizal Kuning. (Sc)













