Proyek GOR Desa Tirta Makmur Terbengkalai, Warga Soroti Penggunaan Anggaran

More articles

Banyuasin, Investigasi.News – Pembangunan gedung serbaguna atau GOR di Desa Tirta Makmur, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, diduga mangkrak meski telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Kondisi ini menuai sorotan warga yang meminta kejelasan serta ketegasan dari Inspektorat Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan gedung tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Desa (BKD) sejak tahun 2023. Saat itu, proyek pembangunan diperkirakan menelan anggaran hingga Rp3 miliar hingga Rp4 miliar.

Namun hingga tahun 2026, bangunan tersebut belum rampung dan tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Secara fisik, gedung terlihat terbengkalai dan tidak terurus.

“Seharusnya sudah selesai dan bisa digunakan. Tapi kenyataannya mangkrak,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain dari BKD, pembangunan juga disebut mendapat tambahan anggaran dari dana aspirasi kinerja sekitar Rp400 juta. Meski demikian, progres pembangunan dinilai jauh dari harapan.

Kepala Desa Tirta Makmur, Solikin, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa proyek tersebut belum selesai.

“Iya, memang mangkrak. Untuk melanjutkan pembangunan, kami masih terkendala anggaran,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa persoalan pembangunan gedung serbaguna tersebut telah diserahkan kepada Inspektorat Kabupaten Banyuasin untuk ditindaklanjuti. Bahkan, ke depan pengelolaan pembangunan direncanakan akan diserahkan kepada masyarakat melalui forum desa.

“Sudah kami serahkan ke Inspektorat. Nanti rencana akan dibahas juga bersama masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, pernyataan kepala desa terkait hasil audit menimbulkan pertanyaan. Ia menyebut bahwa Inspektorat tidak menemukan adanya pelanggaran dalam proyek tersebut sejak awal pembangunan hingga saat ini.

Hal ini justru memicu reaksi masyarakat yang meminta transparansi dan kejelasan hasil pemeriksaan. Warga menilai Inspektorat harus bersikap tegas dan terbuka dalam menangani dugaan mangkraknya proyek yang menggunakan dana publik.

“Kalau memang tidak ada masalah, harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai muncul dugaan adanya permainan,” tegas warga lainnya.

Masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan jika ditemukan indikasi penyalahgunaan anggaran. Mereka berharap penanganan kasus dilakukan secara profesional tanpa tebang pilih.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat pembangunan fasilitas umum yang seharusnya menunjang kegiatan masyarakat justru terbengkalai. Warga berharap ke depan tidak ada lagi proyek serupa yang mangkrak, khususnya di wilayah Desa Tirta Makmur dan Kecamatan Air Kumbang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Kabupaten Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait hasil audit pembangunan gedung serbaguna tersebut.

M. Buddi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest