TALIABU | Investigasi.news – Kekecewaan warga terhadap buruknya infrastruktur jalan di Kabupaten Pulau Taliabu akhirnya memuncak. Sejumlah warga Desa Kawalo dan Desa Woyo, Kecamatan Taliabu Barat, Maluku Utara, menggelar aksi protes dengan menanam pohon kelapa di tengah ruas jalan rusak di tanjakan Gunung Sampe, Kamis (21/5/2026).
Aksi simbolik tersebut menjadi bentuk sindiran keras kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang dinilai lamban dan terkesan tutup mata terhadap kondisi jalan yang telah lama mengalami kerusakan parah.
Ruas jalan yang dipenuhi lubang, bebatuan, serta permukaan tidak rata itu disebut sangat membahayakan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju Bobong, ibu kota kabupaten.
“Aksi ini murni bentuk protes warga terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu yang terkesan mengabaikan kondisi jalan yang rusak parah,” ujar Nal, salah seorang warga Desa Kawalo, melalui pesan Messenger.
Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama bersabar menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan tanpa adanya langkah perbaikan serius dari pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, jalan tersebut setiap hari digunakan warga untuk mengantar penumpang, berbelanja kebutuhan pokok, hingga mengangkut hasil kopra menuju Pelabuhan Talo dan Bobong sebelum dikirim ke Luwuk, Sulawesi Tengah.
“Jalan itu akses utama torang ke Bobong untuk antar penumpang dan belanja kebutuhan sehari-hari. Begitu juga untuk mengantar kopra ke Pelabuhan Talo dan Bobong sebelum dijual ke Luwuk. Tapi setiap melewati jalan itu selalu saja sulit,” katanya.
Penanaman pohon kelapa di tengah jalan rusak itu pun langsung menyita perhatian masyarakat. Aksi tersebut dinilai sebagai simbol bahwa jalan itu lebih layak dijadikan kebun ketimbang jalur penghubung antarwilayah.
Warga menegaskan, kerusakan jalan bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan, melainkan telah menyangkut keselamatan pengguna jalan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Terlebih saat musim ombak seperti sekarang, warga di wilayah selatan Pulau Taliabu lebih banyak bergantung pada jalur darat. Ironisnya, akses utama yang seharusnya menjadi urat nadi transportasi justru dibiarkan rusak selama bertahun-tahun.
“Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan perbaikan. Apalagi sekarang sudah musim ombak, sehingga masyarakat di wilayah selatan Taliabu harus menggunakan kendaraan darat yang tentu melewati jalan tersebut,” harap warga.
Aksi tanam pohon kelapa itu kini menjadi pesan terbuka dari rakyat kecil kepada pemerintah: jangan menunggu jalan memakan korban sebelum perbaikan dilakukan.
Jak



















