PALEMBANG — Kasus pembegalan yang merenggut nyawa mahasiswi Adinda Dhea Puji Lestari (21) di Jalan Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, memasuki babak pengejaran terhadap satu orang terduga pelaku yang hingga kini masih buron.
Rekan Ali Munandar, yakni Toing alias T, disebut berperan sebagai eksekutor dalam aksi kejahatan jalanan tersebut. Sementara Ali diduga bertindak sebagai pengemudi sepeda motor, Toing disebut berada di garis depan saat aksi berlangsung.
Namanya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih diburu jajaran Satreskrim Polrestabes Palembang.
Pengakuan Ali kepada penyidik mengungkap bagaimana aksi tersebut diduga dipersiapkan. Keduanya disebut lebih dahulu berkeliling mencari sasaran, bahkan membawa senjata tajam sebelum menemukan korban.
“Sebelum beraksi kami keliling dulu cari sasaran, mulai dari arah Musi 2 sampai kawasan Citraland,” ujar Ali saat ditemui pada Rabu (19/8/2026) malam.
Karena belum menemukan target, keduanya sempat berhenti di sekitar kawasan perumahan Citraland. Situasi berubah ketika korban melintas seorang diri.
Menurut pengakuan Ali, korban kemudian dibuntuti.
“Karena tidak ketemu sasaran, kami berhenti dekat Citraland. Begitu korban lewat, langsung kami buntuti,” katanya.
Ali juga mengaku melihat korban melintas dari arah Musi 2 menuju Citraland.
“Aku lihat korban lewat, aku buntutin lewat dari Musi 2 jalan lambat, ke Citraland.”
Yang membuat kasus ini semakin mencengangkan, Ali mengakui bahwa dirinya bersama rekannya telah membawa senjata tajam ketika membuntuti korban.
“Iya bawa parang pendek, tapi dak dikapaki cuma diagaki bae (ditakutin). Terus aku bawa motornya,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut menjadi bagian penting bagi aparat untuk mengurai secara utuh rangkaian kejadian yang berujung pada tewasnya Adinda Dhea Puji Lestari.
Kini, perhatian penyidik tertuju pada Toing alias T. Statusnya sebagai DPO membuat perburuan terhadapnya terus dilakukan.
Satu orang telah diamankan, sementara satu lainnya masih menghilang. Polisi kini dituntut mengungkap seluruh peran masing-masing dalam aksi tersebut, termasuk bagaimana perencanaan dilakukan, siapa yang membawa senjata, serta bagaimana aksi pengejaran terhadap korban berakhir menjadi tragedi berdarah.
Perkara ini juga menjadi alarm keras atas brutalnya kejahatan jalanan di Palembang. Sebab, berdasarkan pengakuan tersangka, aksi tersebut bukan semata terjadi secara spontan, melainkan didahului aktivitas mencari sasaran dan membawa senjata tajam.
Publik kini menunggu langkah tegas kepolisian untuk menangkap Toing alias T, mengungkap seluruh fakta di balik kematian Adinda, serta memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.
Suprene








