Dapat Bantuan Revitalisasi Sekolah Senilai Rp 1,3 Miliar: Kepsek SMA Al-Hilaal Focus Pada Penyelesaian Pekerjaan

More articles

Malut, Investigasi.News-, Cerita menarik datang dari SMA Al-Hilaal Sanana yang tahun ini dapat kucuran Dana Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas senilai Rp 1.368.796.000 atau sekitar Rp 1,3 Miliar lebih, dana ini bersumber dari APBN 2025 yang biasa dikenal dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ditemui dilokasi pekerjaan tepatnya di SMA Al-Hilaal Sanana jalan Sultan Khairun Desa Waibau, Kec. Sanana, Kepulauan Sula-Maluku Utara, Nurjani Fatgehipon Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Al-Hilaal menceritakan bagaimana sekolah bisa mendapatkan bantuan Dana Revitalisasi, serta focus dirinya dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), serta partisipasi aktif masyarakat untuk bagaimana menyelesaikan pekerjaan ini.

“Kita presentasi ke orang pusat terkait kondisi sekolah yang membutuhkan beberapa ruangan baru”, ujar Ibu Kepsek Nurjani mengawali wawancaranya (22/9).

Diketahui bantuan revitalisasi sekolah masuk dalam DAK (Dana Alokasi Khusus), namun pengelolaannya kini lebih langsung oleh Kementrian Pendidikan, tidak lagi melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan dialihkan langsung ke rekening sekolah untuk dikelola melalui mekanisme swakelola. Dana revitalisasi ini menggantikan DAK pembangunan sekolah sebelumnya dan bertujuan untuk meningkatkan sarana serta prasarana pendidikan di sekolah yang masuk kriteria.

“Alhamdulillah Al-Hilaal masuk dalam kriteria mendapatkan bantuan revitalisasi ini, makanya saat ini kami tengah focus menyelesaikan pekerjaan”, sahutnya.

Masih menurut Kepsek Nurjani, perjuangan untuk mendapatkan Dana Bantuan ini tidak semudah membalik telapak tangan, dirinya harus bisa meyakinkan orang dipusat dengan berbagai keterangan yang disertai data menyangkut kondisi Sekolah SMA Al-Hillal Sanana.

Namun bak gayung bersambut, perjuangan Nurjani dan jajaran di Sekolah berbuah manis dengan mendapatkan dana untuk membangun Ruang BK, Ruang UKS, Ruang Administrasi, Toilet dan Rehabilitasi Ruang Administrasi yang lama.

“Ini memang menjadi kebutuhan kami, untuk itu kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah di pusat, dan sebagai balasannya kami harus menyelesaikan pekerjaan ini sebaik-baiknya dengan memperhatikan aturan maupun waktu penyelesaian pekerjaan”, pungkas Ibu Kepsek.

Disentil bahwa sempat dikatakan bahwa pekerjaan ini tidak menampilkan papan informasi proyek, Ibu Kepsek menjelaskan bahwa sebenarnya dari awal pekerjaan Papan Informasi itu sudah ada.

“Dari awal sudah ada Pak Wartawan, tapi mungkin saat ada jurnalis meliput kesini kebetulan barang itu (papan informasi proyek-red) sedang direvisi menyangkut adanya perubahan RPD (Rencana Penggunaan Dana)”, tandas Ibu Kepsek sambil menunjuk papan proyek yang dimaksud kepada awak media investigasi.

Terakhir Ibu Kepsek Nurjani mengatakan bahwa pihaknya akan sungguh-sungguh menyelesaikan pekerjaan ini, karena menyangkut tanggung jawab atas apa yang sudah diberikan pemerintah pusat.

“Terus memantau pekerjaan, bagaimana orang kerja, kemudian materialnya, terus diperhatikan agar tidak ada kendala dan itu kita laporkan”, ujarnya.

Kepada investigasi ia berpesan agar turut serta mengawasi melalui pemberitaan secara berkala progres pembangunan di SMA Al-Hillaal sehingga transparansi dan akuntabilitas proyek senantiasa terjaga.

“Mohon doa, dukungan dan kerjasamanya Pak Wartawan”, tutup Kepsek SMA Al-Hilaal Ibu Nurjani Fatgehipon.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest