Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy, Gus Imin: Sarjana Harus Jadi Pejuang Kebangsaan

0
359
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Gus Imin), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, serta Rektor Universitas Ibrahimy berfoto bersama dalam Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy di Situbondo, Selasa (22/9/2026).

Situbondo, investigasi.news — Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy di Gedung Auditorium Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026), menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki fase baru di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Gus Imin, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio.

Sebanyak 526 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti prosesi wisuda tersebut.

Gus Imin dalam sambutannya menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir langsung dalam momentum akademik yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.

Ia menyebut para lulusan Universitas Ibrahimy merupakan bagian dari keluarga besar pesantren yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan sekaligus kehidupan kebangsaan.

“Selamat datang pasukan baru pejuang-pejuang kebangsaan,” kata Gus Imin di hadapan para wisudawan.

Menurut dia, wisuda bukanlah titik akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, kelulusan menjadi awal bagi para sarjana untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

Gus Imin mengingatkan para lulusan agar mampu menghadapi perubahan zaman dengan kesungguhan, kedisiplinan dan konsistensi.

Ia juga meminta nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan tetap menjadi landasan ketika para alumni mulai berkiprah di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menempatkan para sarjana bukan hanya sebagai lulusan perguruan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.

Sementara itu, Emil Dardak memberikan apresiasi terhadap keberadaan Universitas Ibrahimy yang berkembang di kawasan timur Pulau Jawa.

Menurut Emil, keberadaan Universitas Ibrahimy tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dalam membangun ekosistem pendidikan.

“Alhamdulillah, 526 generasi penerus bangsa akan terlahir dari pondok pesantren yang penuh sejarah dan luar biasa hari ini,” ujar Emil.

Emil mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong sinergi dengan Universitas Ibrahimy, termasuk melalui pengembangan pendidikan dan peluang pemberian beasiswa.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas kesempatan pendidikan sekaligus melahirkan lebih banyak tenaga pendidik dan cendekiawan.

Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Situbondo. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan pesantren.

Rektor Universitas Ibrahimy, Dr. H. Khairul Anwar, M.H.I., mengatakan Wisuda ke-35 diikuti 526 lulusan. Mereka berasal dari Program Diploma, Sarjana dan Magister.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 494 merupakan lulusan program sarjana, sedangkan 32 lainnya berasal dari program magister.

Khairul berharap para alumni tidak berhenti pada pencapaian akademik setelah menerima gelar.

Ia mengingatkan pesan Kiai Syamsul Arifin agar ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan diteruskan melalui pengabdian kepada keluarga dan masyarakat.

“Setelah lulus kita semua setidaknya adalah ngorong Al-Qur’an. Artinya ngajar ngaji kepada keluarga, kepada tetangga, dan masyarakat sekitarnya,” ujar Khairul.

Momentum wisuda tersebut sekaligus mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pesantren dalam membangun sumber daya manusia.

Bagi Situbondo, keberadaan lulusan perguruan tinggi menjadi salah satu modal untuk menghadapi perubahan zaman sekaligus memperkuat pembangunan daerah berbasis pendidikan dan pengabdian masyarakat. (Agus)