Jombang — Pengabdian TNI di Desa Klitih tidak hanya terlihat dari bangunan jalan dan rumah yang sedang berdiri, tetapi juga terasa di ladang pertanian tempat warga menggantungkan hidup. Di sela-sela kesibukan pembangunan fisik program TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Kamis (22/10/2026), anggota Satgas turun langsung ke kebun membantu petani memanen cabai sebuah kehadiran sederhana yang maknanya terasa jauh lebih dalam.
Kegiatan ini bukan sekadar meringankan beban tenaga, melainkan wujud nyata pendekatan sosial yang dijalankan TMMD: hadir menyatu dengan masyarakat, memahami kesehariannya, dan tumbuh bersama-sama. Sertu Much Anas yang turut memetik cabai berdampingan dengan warga menyampaikan bahwa kehadiran TNI harus dirasakan di mana pun warga bekerja, bukan hanya di lokasi proyek pembangunan.
“Kami ingin kehadiran TNI dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Melalui kegiatan membantu panen cabai ini, kami berharap pekerjaan petani menjadi lebih ringan dan hubungan kebersamaan antara TNI dengan rakyat semakin erat,” ujar Sertu Much Anas.
Bagi Ibu Sarnah, petani yang dibantu, kehadiran para prajurit membawa semangat sekaligus bukti bahwa TNI benar-benar peduli pada mata pencaharian warga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memanen cabai. Pekerjaan menjadi lebih ringan dan kami merasa senang karena bisa bekerja bersama-sama,” ungkap Ibu Sarnah.
Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa program TMMD dirancang untuk menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat. Infrastruktur yang kokoh penting, namun persatuan yang tumbuh dari kepedulian sehari-hari adalah fondasi yang tak ternilai harganya.
“TMMD merupakan sarana untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin anggota Satgas selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Dengan kebersamaan seperti ini, diharapkan hubungan TNI dan masyarakat semakin kuat,” tegasnya.
Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, terlihat jelas bahwa TMMD ke-130 tidak membangun desa sendirian melainkan tumbuh bersama warga, memahami kesulitan mereka, berbagi semangat, dan memperkuat ikatan persaudaraan yang akan tetap terjaga jauh setelah program selesai.(Scm)













