Malut, Investigasi.News-, Jelang pelaksanaan event Ritual dan Budaya Gabalil Hai Sua (GHS-2026) yang rencana digelar pada tanggal 2 Mei 2026, eskalasi kesibukan jajaran panitia pelaksana terlihat semakin tinggi, tidak terkecuali pada divisi Humas dan Publikasi yang koordinatornya Abang Sabi Sangadji.
Kepada Investigasi, CEO Jong Sula atau dikenal sebagai pemilik dan pengelola kedai kopi JS ini menuturkan bahwa divisinya saat ini Kamis 23 April 2026 tengah sibuk persiapan untuk podcast dengan RRI-Ternate serta dengan media Jurnal Swara yang direncanakan hari Sabtu Tanggal 25 April 2026.
“Dengan RRI-Ternate siang ini pukul 14.00 WIT, jadi sementara sedang persiapan setting tempat di sekretariat GHS-2026 di Jalan Tengah Fatce-Sanana”, ujar Sabi (23/4).
Narasumbernya nanti Ketua Panitia H. Faruq Bahnan, podcast ini sebagai prakondisi untuk mempromosi, serta melakukan sosialisasi kepada publik secara luas mengenai event Gabalil Hai Sua, lanjutnya.
“Materinya pada podcast nanti kurang lebih menggambarkan mengapa GHS harus di helat, karena GHS merupakan identitas orang Sula, dan kegiatan ini nantinya akan menjadi magnet bagi orang Sula yang ada di rantau untuk pulang kampung, kita lihat seperti Pukul Manyapu Lidi di Mamala, atau Cakalele di Negeri Pelauw itu menjadi identitas mereka, dan setiap momentum itu orang kampung yang merantau akan pulang, kemudian yang selanjutnya GHS juga merupakan ajang silaturahmi sesama kita orang Sula, dan insha Allah dengan silaturahmi akan menambah keberkahan“, ungkap Ketua Divisi Humas dan Publikasi Sabi Sangadji.
Kepada investigasi, Sabi juga menjelaskan sebelumnya divisi Humas dan Publikasi juga aktif mengajak para tokoh Kepulauan Sula, Pejabat, dan orang berpengaruh lainnya untuk memberikan testimoni, mengajak Pia Sua (orang Sula) untuk pulang mengikuti dan menyukseskan acara ini.
“Kemudian yang tidak kalah penting juga kita sudah melakukan audiens dengan para pemangku kebijakan di daerah ini, dengan Pemda, dengan Polres, Kodim“, lanjutnya.
Terima kasih, kepada semua pihak yang telah memberikan testimoninya, yang telah mendukung kegiatan ini, sekali lagi mohon support dan doanya untuk kelancaran event ritual budaya ini sampai selesai, dan semoga kegiatan ini menjadi titik awal untuk GHS terus dilaksanakan, tutupnya.

















