Banner iklan

Simarasok Jalani Visitasi WIA 2026, Bupati Agam Bidik Juara Satu

More articles

AGAM — Nagari Wisata Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, menjalani visitasi lapangan dalam ajang Wonderful Indonesia Award (WIA) 2026, Selasa (22/9/2026). Tahapan ini menjadi bagian penting dari proses penilaian setelah Simarasok berhasil menembus 15 besar kategori Desa dan Kampung Wisata Terbaik Nasional.

Kedatangan tim visitasi Kementerian Pariwisata disambut langsung Bupati Agam, Benni Warlis, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan nagari, pengelola wisata, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat di Rumah Gadang Nagari Simarasok.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyampaikan bahwa keberhasilan Simarasok melangkah hingga 15 besar tingkat nasional tidak terlepas dari kerja bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun ekosistem pariwisata di Nagari Simarasok. Karena itu, ia berharap visitasi WIA 2026 dapat menjadi momentum untuk membawa Simarasok meraih prestasi tertinggi.

“Bukan nomor tiga, nomor satu. Jadilah seperti itu. Kami sangat yakin itu,” tegas Benni Warlis.

Ia mengatakan, Simarasok memiliki modal kuat dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. Keindahan alam yang masih terjaga, kekayaan budaya, serta partisipasi masyarakat menjadi kekuatan yang terus dikembangkan.

Tidak hanya pemerintah nagari dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengembangan pariwisata juga melibatkan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Dari sisi destinasi, Simarasok memiliki beragam daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman berbasis alam dan petualangan. Di antaranya Geosite Goa Nan Panjang atau Ngalau Agam Tabik, Pemandian Batu Putiah, rafting, caving, climbing hingga tracking.

Potensi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan homestay yang dikelola masyarakat setempat, sehingga aktivitas pariwisata tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Pariwisata Simarasok tumbuh dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Benni.

Ia berharap tim penilai WIA dapat melihat secara langsung bagaimana potensi wisata, budaya, lingkungan serta keterlibatan masyarakat berjalan dalam satu ekosistem di Nagari Simarasok.

Menurutnya, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Lebih jauh, ajang WIA diharapkan menjadi pemacu agar pengelolaan pariwisata Simarasok semakin mandiri, berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata, Shantony, SH., MH., mengapresiasi potensi yang dimiliki Nagari Wisata Simarasok. Ia menilai kekuatan Simarasok terlihat dari perpaduan antara alam, budaya dan lingkungan yang masih terjaga.

“Dalam pariwisata ada tiga unsur, yakni alam, budaya, dan buatan. Di Simarasok, saya melihat kekuatannya justru pada alam, budaya, dan lingkungannya yang luar biasa,” ungkapnya.

Shantony juga mengingatkan bahwa penghargaan tidak boleh menjadi titik akhir dalam pengembangan desa wisata. Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat mampu menjaga keberlanjutan program serta mempertahankan potensi wisata yang telah dimiliki.

Menurutnya, pengembangan pariwisata membutuhkan sinergi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah nagari, pelaku wisata dan pemangku kepentingan lainnya. Kementerian Pariwisata pun tetap terbuka untuk mendukung pengembangan potensi tersebut melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki dan kuatnya keterlibatan masyarakat, Simarasok kini menanti hasil akhir penilaian WIA 2026.

Targetnya pun telah ditegaskan Bupati Agam: bukan sekadar masuk 15 besar, melainkan membawa nama Simarasok hingga menjadi juara satu tingkat nasional. (Daji) 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest