Jombang — Halaman rumah Ibu Sri Wati (60), warga Desa Pojok Klitik, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, tampak penuh warna cerah Jumat (23/10/2026). Ratusan tongkol jagung menguning terhampar luas di atas terpal, sedang dijemur untuk dipisahkan dari bijinya. Di sela-sela itu, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang turut hadir, memantau sekaligus berbincang akrab tentang hasil panen yang baru dipetik.
Melihat personel TNI yang tak segan turun ke halaman rumahnya, Ibu Sri Wati mengaku sangat terharu dan bersemangat. Selama puluhan tahun mengelola lahan pertanian, baru kali ini rasanya ada perhatian khusus yang menyentuh langsung aktivitas sehari-hari petani.
“Alhamdulillah, panen kali ini cukup melimpah. Saya sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak dari Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang yang datang melihat langsung hasil jerih payah kami. Beliau tidak hanya bertanya, tapi juga memberi semangat dan berbagi cara merawat tanaman agar panen berikutnya lebih baik lagi. Rasanya kami tidak sendirian mengurus ladang ini,” ujar Ibu Sri Wati dengan senyum lebar.
Ia menambahkan, pendampingan yang dilakukan sejak masa tanam hingga pascapanen membuatnya semakin yakin bahwa bertani adalah pekerjaan yang mulia dan penting. Dengan perawatan yang lebih terarah, diharapkan hasil panen jagung dapat terus meningkat, sehingga kebutuhan pangan keluarga terpenuhi dan sisa hasilnya dapat dijual untuk menambah penghasilan.
“Kami akan merawat tanaman dengan lebih tekun. Semoga panen berikutnya makin berlimpah, sehingga kami bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan desa sekaligus menyejahterakan keluarga,” tambahnya tulus.
Kehadiran anggota Satgas TMMD di tengah hamparan hasil panen ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan ketahanan pangan tidak hanya direncanakan di atas kertas, tetapi dijalankan langsung di ladang maupun halaman rumah warga. Mulai dari pemantauan pertumbuhan tanaman, pengendalian hama, hingga saat menjemur dan memilah hasil panen, TNI hadir menyatu dengan keseharian petani.
Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., menegaskan bahwa ketahanan pangan yang kokoh lahir dari perhatian yang tulus kepada setiap petani.
“Kami ingin hadir bukan hanya saat membangun jalan atau rumah, tetapi juga saat warga mengolah ladang dan memanen hasilnya. Ketika petani sejahtera, desa menjadi kuat, dan pangan menjadi terjamin. Sinergi ini akan terus kami jaga agar manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Desa Pojok Klitik,” tegasnya.
Bagi Ibu Sri Wati dan warga lainnya, jagung yang terhampar menguning itu bukan sekadar hasil panen — melainkan harapan baru: bahwa dengan perhatian, pendampingan, dan kebersamaan antara TNI dan rakyat, masa depan pangan desa akan semakin terjamin dan cerah.(Scm)













