Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Wulublolong: Kades Diminta Kembalikan Rp148 Juta

More articles

NTT | Investigasi.News — Dugaan penyalahgunaan dana desa oleh Marianus Tuahala Koten, Kepala Desa Wulublolong, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, mencuat ke publik setelah dilakukan proses pengembalian sebagian dana di hadapan Camat Solor Timur, Muhammad Natsir.

Informasi yang dihimpun dari narasumber yang minta dirahasiakan, pada Jumat (20/2/2026) Camat Solor Timur bersama sejumlah staf mendatangi Gedung BUMDes/Kantor Desa Wulublolong untuk menyaksikan realisasi pengembalian dana desa yang sebelumnya diduga disalahgunakan.

Total dana yang harus dikembalikan mencapai Rp148.215.000, terdiri dari Dana Pemberdayaan Rp25.900.000 dan Dana Pembangunan Rp122.315.000. Hingga kini, baru Dana Pemberdayaan Rp25.900.000 yang dikembalikan. Sumber menyebut pengembalian tersebut diduga dibantu keluarga dekat kepala desa.

Sementara itu, sisa dana sebesar Rp122.315.000 diberikan tenggat waktu oleh Camat Solor Timur untuk dikembalikan paling lambat 25 Maret 2026, sebelum penyampaian Laporan Keterangan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LKPPD) yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026.

Kasus ini memicu keprihatinan masyarakat setempat. Sejumlah warga menilai dugaan penyalahgunaan dana desa sangat kontras dengan kondisi riil di lapangan, di mana beberapa pembangunan desa disebut mangkrak, infrastruktur jalan mulai rusak, serta penerangan lorong desa pada malam hari masih minim.

Tidak hanya itu, beredar pula adanya dugaan bahwa pada penyaluran tahap akhir Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahun 2025, oknum aparat desa disebut meminta sejumlah uang dari penerima dengan ancaman administratif. Dugaan ini masih memerlukan penelusuran dan konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Di sisi lain, Camat Solor Timur juga dilaporkan meminta pemerintah desa agar kembali berkantor di kantor desa definitif dua lantai dan tidak lagi menggunakan Gedung BUMDes.

Langkah ini berkaitan dengan sorotan terhadap kebijakan pemindahan aktivitas kantor desa ke gedung BUMDes, yang oleh sebagian pihak diduga berkaitan dengan skema penganggaran lanjutan pembangunan kantor desa.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Wulublolong, Marianus Tuahala Koten, telah dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp untuk dimintai klarifikasi, namun belum memberikan tanggapan. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila yang bersangkutan bersedia memberikan penjelasan resmi.

Severinus T. Laga

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest