Banner iklan

930 Jiwa Terdampak Gempa di Desa Kotagana-Mauponggo, Kades Siprianus: Kebutuhan Mendesak Pengungsi Belum Terpenuhi

More articles

Nagekeo, Investigasi.News — Sebanyak 248 kepala keluarga atau sekitar 930 jiwa di Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan dalam kondisi terbatas setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores.

Berdasarkan hasil assessment lapangan pada 23 Agustus 2026, sebanyak 120 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri dari 70 rumah rusak berat dan 50 rumah rusak sedang. Kerusakan tersebut menyebabkan sebagian warga tidak dapat kembali menempati rumah mereka dan memilih bertahan di tempat pengungsian dengan fasilitas seadanya.

Desa Kotagana terdiri dari empat dusun yang lokasinya cukup berjauhan. Warga mengungsi di dusun masing-masing dengan dua posko utama dan sejumlah posko mandiri. Kondisi tersebut membuat proses distribusi bantuan menjadi tantangan karena masyarakat terdampak tersebar di banyak titik.

Namun, berdasarkan konfirmasi media kepada Kepala Desa Kotagana, Siprianus Peu, Senin (24/8/2026), masyarakat sebenarnya sudah menerima sejumlah bantuan dari berbagai pihak. Bantuan tersebut masuk melalui posko desa maupun disalurkan langsung ke sejumlah posko dusun.

Siprianus menjelaskan, dari dapur umum posko utama telah diterima 240 kilogram beras, 16 dos air mineral dan 15 papan telur. Kemudian dari tanggap darurat desa disalurkan 200 kilogram beras dan 10 dos mi instan.

Bantuan juga datang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang disalurkan langsung ke Posko Dusun III berupa beras, mi instan, telur dan air mineral. Selain itu, terdapat bantuan dari para donatur berupa 500 kilogram beras, bantuan dari Pemuda Nagekeo berupa paket mi dan susu, bantuan dari TLM berupa 15 paket beras dan mi serta bantuan dari Bikers Lintas Flores dalam bentuk paket kebutuhan masyarakat.

Menurut Siprianus, sebagian bantuan tersebut disalurkan melalui posko desa, sementara bantuan lainnya langsung diberikan ke posko-posko pengungsian di dusun. Pada Senin (24/8), bantuan dari Dompet Kuafa juga dijadwalkan masuk. Pemerintah Kabupaten Nagekeo, kata dia, telah diinformasikan bahwa pada hari yang sama akan dilakukan pendistribusian CPP atau Cadangan Pangan Pemerintah.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi bahwa masyarakat Desa Kotagana belum menerima bantuan sama sekali perlu diluruskan. Faktanya, sejumlah bantuan telah diterima dari pemerintah, organisasi, partai politik, komunitas, donatur dan kelompok masyarakat.

Persoalannya kini bukan semata-mata tidak adanya bantuan, melainkan apakah bantuan yang telah diterima tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan sekitar 930 jiwa yang terdampak dan tersebar di empat dusun serta sejumlah titik pengungsian.

Hasil assessment menunjukkan kondisi kelompok rentan masih menjadi perhatian serius. Dari 930 jiwa terdampak terdapat 54 balita, lima ibu hamil, 43 penyandang disabilitas, 140 lansia dan 20 lansia yang sedang sakit.

Kelompok tersebut membutuhkan perhatian khusus selama berada di pengungsian. Balita membutuhkan makanan bergizi, susu, popok dan perlengkapan kebersihan. Ibu hamil membutuhkan asupan makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan dan tempat beristirahat yang layak. Sementara penyandang disabilitas, lansia dan warga yang sakit membutuhkan pelayanan serta dukungan khusus.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas penting di Desa Kotagana juga dilaporkan mengalami kerusakan, antara lain kantor desa, pustu, BUMDes, fasilitas air, sejumlah sekolah dan tempat ibadah. Jalan di Dusun III dan Dusun IV juga mengalami retakan.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan warga masih cukup besar. Masyarakat membutuhkan beras, bahan pangan, makanan bergizi untuk balita, susu untuk balita dan ibu hamil, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, air bersih, air minum, selimut, terpal, tenda darurat, popok bayi, perlengkapan kebersihan bayi, pakaian bayi serta tandon atau profil tank air.

Dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 930 jiwa, kebutuhan bantuan diperkirakan masih akan berlangsung selama masa tanggap darurat. Terlebih, sebagian warga masih harus bertahan di bawah terpal karena rumah mereka mengalami kerusakan dan tidak lagi aman untuk ditempati.

Bantuan memang sudah mulai berdatangan. Namun, perhatian terhadap Desa Kotagana tetap diperlukan agar tidak ada warga terdampak, terutama balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia dan warga sakit, yang terlewat dalam proses penanganan pascagempa.

(Severinus T. Laga)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest