Sawahlunto, Investigasi.news- Harga kacang kedelai di Pasar Kota Sawahlunto naik, yang sebelumnya Rp12 ribu per kilogram minggu saat ini menembus Rp15 ribu per kilogram. Kenaikan harga komoditi itu, memukul usaha Tahu dan Tempe di kota itu.
Kenaikan harga kedelai memang sangat memukul usaha tahu, membuat produsen “menjerit” karena biaya produksi membengkak, mereka pun tak mengurangi ukuran tahu, mengurangi produksi.
Pengusaha Tahu Gudang Ransoem, Jufriadi menyatakan, meski harga bahan baku kacang kedelai yang dibelinya dari distributor Solok dan Padang selama dua minggu ini terus naik, untuk produksi masih tetap sama dengan hari – hari sebelumnya.
” Tak hanya produksi, dari segi ukuran dan harga masih tetap diusahakan seperti biasa ” katanya, Rabu (24/12/2025).
Tak hanya harga kedelai yang dikeluhkan pemilik usaha tahu yang turun temurun itu, harga bahan kayu bakar pun, naik karena kondisi hujan serta sulitnya bahan didapat.
Usaha tahu di belakang Museum Goedang Ransoem Air Dingin itu, masih beraktifitas seperti biasa dan pembeli datang rela antri menunggu tahu yang sangat disukai masyarakat Kota Sawahlunto.
Salah seorang pembeli, Melasri (29) menyatakan, harga tahu sampai saat ini masih seperti biasa, untuk pembelian tahu yang ukuran besar sebanyak 16 buah, masih seharga Rp10 ribu. (tumpak)






