Yota Balad Dorong SPPG Gunakan Bahan Pangan dari Pariaman

More articles

Pariaman — Wali Kota Pariaman, Yota Balad menegaskan agar pemenuhan kebutuhan bahan pokok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pariaman diprioritaskan berasal dari daerah sendiri. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi program pemenuhan gizi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Yota Balad saat menerima audiensi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Pariaman bersama para kepala SPPG di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2026).

Dalam pertemuan itu, Yota Balad menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat empat dapur SPPG yang beroperasi di Kota Pariaman. Dapur tersebut menjalankan program pemenuhan gizi seimbang bagi siswa, serta sebagian juga melayani kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

“Kita menginginkan kebutuhan di SPPG, bahan pokoknya dibeli dari sekitar Kota Pariaman. Jika ada bahan yang sulit diperoleh, Pemko Pariaman melalui dinas terkait siap menjadi pemasok agar kebutuhan dapur SPPG tetap terpenuhi,” tegasnya didampingi Asisten II Setdako Pariaman, Nazifah.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan kebutuhan setiap dapur SPPG agar pasokan bahan pangan dapat dipastikan tersedia secara berkelanjutan.

Menurutnya, beberapa komoditas penting seperti beras akan dipasok melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Pariaman sehingga dapur-dapur SPPG dapat beroperasi secara stabil dan tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kota Pariaman, Nur Inggrid, menjelaskan bahwa saat ini terdapat empat dapur SPPG yang menjadi pusat layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Empat dapur tersebut berada di Kelurahan Alai Galombang (Kecamatan Pariaman Tengah), serta di Desa Kajai dan Desa Koto Marapak (Kecamatan Pariaman Timur).

Nur Inggrid mengakui bahwa saat ini sebagian bahan kebutuhan dapur masih dipasok dari luar daerah, terutama sayuran. Namun, melalui audiensi tersebut, pemerintah kota akan berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai dinas agar pasokan bahan pangan dapat dipenuhi dari Kota Pariaman.

“Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan kebutuhan dapur SPPG bisa lebih banyak dipenuhi dari daerah sendiri,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa selama bulan Ramadan, menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat disesuaikan dengan kondisi puasa, yakni dalam bentuk makanan kering yang tetap memenuhi unsur gizi seperti protein nabati, protein hewani, buah, serta kurma.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan di Kota Pariaman.

** Afri

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest