Banner

Datang Membawa Harapan, Pulang Menjadi Kebanggaan: Kisah Haru Penyerahan Santri Baru di PADI Lubuk Basung

More articles

Lubuk Basung – Ada air mata yang tak selalu bermakna kesedihan. Ada pula keikhlasan yang lahir dari keyakinan bahwa setiap pengorbanan akan berbuah kebaikan. Suasana itulah yang menyelimuti prosesi penyerahan santri baru di Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi (PADI) Lubuk Basung, Minggu (5/7/2026).

Satu per satu orang tua mengantarkan buah hati mereka ke gerbang pesantren. Dengan mata yang berkaca-kaca, mereka menyerahkan amanah terbesar dalam hidupnya kepada para pendidik di pondok. Ada yang berusaha tegar, ada pula yang tak mampu menahan air mata saat harus berpisah dengan anak yang selama ini selalu berada di sisi mereka.

Pemandangan itu membangkitkan kenangan bagi pimpinan pondok Hasneril. Dulu, mereka juga pernah berada di posisi yang sama, mengantar anak-anak mereka belajar di pesantren yang jauh di Pulau Jawa dan Kalimantan. Perpisahan itu terasa berat, namun mereka percaya bahwa pendidikan agama adalah bekal terbaik untuk masa depan.

“Hari ini kami memahami betul apa yang dirasakan para orang tua. Dulu kami juga pernah menangis saat menitipkan anak di pesantren. Kini, kami berada di sisi yang berbeda, menerima amanah yang sama besarnya,” ungkap Hasneril, seorang pimpinan di PADI Lubuk Basung.

Dalam kesempatan tersebut, para wali santri diberikan motivasi agar tetap bersabar dan terus mengiringi perjalanan anak-anak mereka dengan doa. Kepercayaan yang telah diberikan kepada Pondok Pesantren Alquran Darul Inqilabi menjadi tanggung jawab besar yang akan dijaga dengan sepenuh hati.

Pihak pondok menegaskan komitmennya untuk mendidik para santri tidak hanya menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, mandiri, dan memiliki karakter Islami.

“Insya Allah, anak-anak ini akan kami didik dan kami jaga seperti keluarga sendiri. Mereka akan mendapatkan pendidikan, pembinaan, serta kasih sayang agar tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, agama, dan bangsa,” tegas pihak pondok.

Perpisahan hari itu bukanlah akhir dari kebersamaan antara orang tua dan anak, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju perubahan. Mereka datang ke pesantren membawa harapan akan masa depan yang lebih baik.

Semoga setiap tetes air mata yang mengiringi langkah pertama para santri menjadi saksi atas doa-doa yang dipanjatkan, dan kelak mereka pulang bukan hanya dengan ilmu, tetapi juga dengan akhlak yang mulia, kemandirian, serta membawa kebahagiaan bagi keluarga.

Karena sejatinya, mereka datang membawa Harapan dan suatu hari nanti pulang membawa Perubahan.

Penulis: Hasneri, SE

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest