Pidie Jaya, Investigasi.News – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes & KB) Kabupaten Pidie Jaya terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Aceh. Sinergi tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kemitraan Wilayah yang menyasar peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya remaja, tentang pencegahan stunting, anemia, serta kesehatan ibu hamil.
Kegiatan yang digelar di Desa Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Senin (6/7/2026), dibuka oleh Ketua TP-PKK Pidie Jaya. Turut hadir Kepala Dinkes & KB Pidie Jaya, Camat Meurah Dua, Kepala Puskesmas Meurah Dua, serta sejumlah tenaga kesehatan dan masyarakat setempat.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM., M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Dinkes & KB Pidie Jaya dengan Poltekkes Kemenkes Aceh dalam mendukung penelitian sekaligus pembinaan kepada remaja sebagai upaya mencegah stunting sejak dini.
Menurut Eddy, setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini selesai, tim dari Poltekkes akan mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat membantu mendeteksi diabetes melitus (DM) dan kadar gula darah pada ibu hamil. Inovasi tersebut diharapkan menjadi instrumen deteksi dini sehingga risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil maupun balita dapat diminimalkan.
“Semua ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dini bagi ibu hamil dan balita agar risiko stunting dapat ditekan,” ujar Eddy.
Sementara itu, anggota tim Poltekkes Kemenkes Aceh dari Jurusan Kebidanan, Cut Yuniwati, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Meunasah Raya sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan desa tersebut masih memiliki angka stunting dan anemia yang relatif tinggi.
Karena itu, lanjutnya, program pengabdian difokuskan pada peningkatan kapasitas remaja melalui berbagai pelatihan sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting dan anemia berbasis komunitas dengan memanfaatkan media digital.
Ia berharap para remaja yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan dan duta kesehatan di lingkungan masing-masing, sehingga mampu mengedukasi teman sebaya mengenai pentingnya pencegahan stunting, anemia, serta meningkatkan kesadaran tentang kesehatan ibu hamil, termasuk pencegahan diabetes melitus.
Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Meurah Dua menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinkes & KB Pidie Jaya dalam memantau berbagai program kesehatan yang dijalankan di wilayah kerjanya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan derajat kesehatan warga Meurah Dua sehingga kondisi kesehatan masyarakat di masa mendatang semakin baik.
(Herry)



