Sawahlunto,Investigasi.news – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto terus bergerak demi menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang akan digelar pada 2 hingga 14 Oktober mendatang.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui rapat intensif yang digelar pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, bertempat di ruang rapat KONI Sawahlunto. Fokus utama pertemuan tersebut adalah merespons data 534 atlet yang diajukan oleh 38 cabang olahraga (cabor) sebagai calon kontingen Kota Sawahlunto.
Menyikapi data yang masuk, KONI Sawahlunto telah membentuk Tim Sebelas serta Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang diberi mandat penuh untuk melakukan penyaringan tahap awal.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam memastikan bahwa persiapan setiap cabor berjalan secara maksimal, terukur, dan tepat sasaran.
Tim Monev II KONI Kota Sawahlunto, Senin 25 Mei 2026 dijadwalkan turun ke lapangan Bola Basket putra Perbasi Sawahlunto, Tim yang mulai tanggal 25 Mei hingga 7 Juni 2026 untuk melakukan peninjauan menyeluruh terhadap program latihan, kesiapan fisik atlet, performa pelatih, hingga ketertiban administrasi masing-masing cabor.
Kondisi efisiensi anggaran menjadi salah satu latar belakang mengapa proses seleksi kali ini dilakukan dengan sangat ketat. Ketua Umum KONI Sawahlunto, H. Jhon Reflita, melalui Tim II Monev KONI Kota Sawahlunto Doni Ramadona, menegaskan bahwa tidak semua dari 534 atlet yang terdata secara otomatis akan diberangkatkan.
Dihadapan pelatih Perbasi Kota Sawahlunto Robi Sugara, asisten pelatih serta atlet basket putra, Doni berharap para atlet tetap semangat, berusaha dan yakinkan kita akan bisa bersaing dan berpretasi.
Tim Monev memiliki kewenangan penuh untuk memangkas jumlah tersebut sebelum para atlet melangkah ke tahap tes VO2 Max kedua, yang merupakan indikator bagi kebugaran, daya tahan tubuh, dan kesehatan jangka panjang mereka.
Tak hanya, Doni Ramadona, Tim Monev II KONI Sawahlunto itu juga diikuti, Erwin, Tumpak A.S, Zulfiskuri dan M Yusuf, dengan kondisi efisiensi anggaran, maka dari 534 atlet tersebut akan menjadi kewenangan Tim Monev untuk memangkas jumlahnya guna mengikuti VO2 Max tahap dua.
Tim ini menyeleksi ketat data atlet tersebut bagi mereka yang betul-betul berpotensi meraih medali. Kita ini dalam mengikuti Porprov mencari atlet yang benar-benar siap tempur, bukan menambah jam terbang atau sekadar latihan lagi. (tumpak)






