Pidie Jaya, Investigasi.News – Ratusan emak-emak dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie Jaya memadati Pos Lalu Lintas Polres Pidie Jaya di Simpang Tiga, Kecamatan Meureudu, Kamis (25/6/2026).
Kehadiran para kaum ibu, mulai dari remaja hingga lanjut usia, bukan untuk menyampaikan aksi protes ataupun tuntutan. Mereka datang untuk berbelanja kebutuhan pokok dalam kegiatan pasar murah yang digelar Polres Pidie Jaya dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Salah seorang warga Meureudu, Munidar (43), mengaku sengaja datang setelah mendapatkan informasi mengenai pasar murah tersebut. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Begitu mendapat informasi ada pasar murah dari kepolisian, saya langsung datang. Harganya jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar. Ada beberapa barang yang selisih harganya sampai lebih dari Rp10 ribu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Muriati (53), warga Pangwa. Ia menilai kegiatan pasar murah sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga yang kondisi ekonominya masih sulit dan warga yang terdampak musibah banjir.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena harga kebutuhan pokok jauh lebih murah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat digelar di lokasi lain agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Paisal Pasaribu, SH, SIK, MH, mengatakan pasar murah merupakan salah satu rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
“Pasar murah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya:
- Beras 10 kilogram: Rp100.000
- Gula pasir 1 kilogram: Rp14.000
- Minyak goreng 2 liter: Rp38.000
- Telur ayam satu papan: Rp37.000

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kebutuhan pokok yang dijual pada pasar murah tersebut memiliki selisih sekitar Rp7.000 hingga Rp10.000 per item dibandingkan harga pasaran.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa program pasar murah masih menjadi salah satu solusi yang dinantikan warga untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
(Herry)







