Kotamobagu, Investigasi.News— Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menerima bantuan satu unit kendaraan pengangkut sampah dari PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi sebagai bentuk dukungan terhadap program kebersihan dan pengelolaan lingkungan di daerah.
Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan secara simbolis oleh perwakilan manajemen Alfamidi kepada Pemkot Kotamobagu yang diterima langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Noval Manoppo, di halaman Kantor Wali Kota Kotamobagu, serta disaksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Erwin Pasambuna, Kepala DPMPTSP Meike Sompotan, dan perwakilan perusahaan, Kamis (26/02/2026).
Kehadiran armada baru ini, dinilai sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan layanan kebersihan yang menjadi prioritas Pemkot Kotamobagu.
Kepala DLH Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari jajaran pimpinan daerah atas kontribusi dunia usaha dalam membantu pemerintah meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor kebersihan. Menurutnya, tambahan armada pengangkut sampah sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian.
“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Alfamidi atas kepeduliannya terhadap daerah ini,” ujar Erwin usai serah terima bantuan.
Erwin menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup bukan hanya menjadi beban pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program pengelolaan lingkungan dapat berjalan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Sinergi ini adalah wujud kolaborasi positif dalam membangun daerah. Kami berharap langkah Alfamidi ini dapat menginspirasi elemen masyarakat dan dunia usaha lainnya untuk turut berpartisipasi dalam menata lingkungan,” pungkasnya.
Pemkot Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengurangan, pemilahan, hingga pengangkutan dan pengolahan akhir. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan ke depan. (**)



















