KOTAMOBAGU, Investigasi.News — Pemerintah Kota Kotamobagu memperkuat langkah penanggulangan kemiskinan melalui koordinasi lintas sektor. Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, memimpin Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Kota Kotamobagu, Rabu (26/8/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Kotamobagu tersebut membahas penguatan koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah dalam memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Rendy Mangkat, menegaskan bahwa upaya mengurangi kemiskinan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu perangkat daerah. Seluruh perangkat daerah terkait harus bergerak bersama dengan program yang memiliki sasaran jelas serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah. Kita semua memiliki peran dan harus bergerak bersama agar program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rendy.
Selain memperkuat koordinasi, ia juga meminta jajaran terkait memberikan perhatian serius terhadap validitas data masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program pemerintah.
Menurutnya, akurasi data menjadi faktor penting dalam menentukan bentuk intervensi yang diberikan, sehingga bantuan maupun program pemberdayaan tidak salah sasaran.
“Kita harus memastikan data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan begitu, bantuan maupun program pemberdayaan yang diberikan pemerintah dapat lebih tepat sasaran,” katanya.
Wakil Wali Kota juga mengingatkan agar strategi penanggulangan kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Pemerintah, kata dia, perlu memperluas program yang mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup secara mandiri.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa keluar dari kondisi kemiskinan dan kemudian menjadi lebih mandiri. Karena itu, pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan dan pembukaan akses terhadap peluang usaha juga harus menjadi perhatian,” ungkapnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkot Kotamobagu mendorong penguatan langkah-langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka kemiskinan.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah, tetapi juga memperkuat pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dan secara bertahap keluar dari kondisi kemiskinan.(**)










