Agam – Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan provinsi Simpang Gudang–Padang Lua kian memuncak. Janji perbaikan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang sebelumnya disebut akan segera direalisasikan, hingga kini tak kunjung terlihat.
Sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengguna jalan, warga nekat menanam pohon pisang di tengah badan jalan yang berlubang parah. Aksi ini terlihat di kawasan Balai Salasa, Lubuk Basung, pada Minggu (26/4/2026).
Lubang-lubang besar yang menganga di sepanjang ruas jalan dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Kondisi jalan yang gelap di malam hari serta genangan air saat hujan membuat lubang sulit terlihat dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga menyebut, aksi tanam pohon pisang bukan sekadar simbol protes, tetapi juga langkah darurat untuk mencegah korban berjatuhan.
“Sudah banyak yang jatuh dan luka-luka. Lubangnya dalam, apalagi kalau malam hari, jalannya gelap,” ujar Endra, salah seorang pengguna jalan.
Ia menilai, penanganan jalan tersebut terlalu lambat, padahal kerusakan terjadi hampir di seluruh titik. Bahkan, di sejumlah lokasi lain, warga terpaksa menandai lubang dengan kayu atau balok seadanya agar tidak mencelakakan pengendara.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, sempat menyampaikan rencana perbaikan ruas jalan tersebut dalam waktu dekat. Namun hingga kini, realisasi di lapangan belum terlihat, sementara dampaknya terhadap masyarakat terus meluas.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan semakin memprihatinkan. Kerusakan berat terjadi di hampir seluruh jalur, mulai dari Kecamatan Lubuk Basung yang lama tak tersentuh perbaikan, hingga wilayah Tanjung Raya, Matur, IV Koto, Banuhampu, sampai Padang Lua.
Sejumlah ruas bahkan mengalami kerusakan lebih parah akibat bencana alam, termasuk dampak erupsi Gunung Marapi pada 2023 lalu yang mempercepat degradasi infrastruktur jalan di kawasan tersebut.
Warga berharap pemerintah tidak lagi sekadar memberi janji, melainkan segera melakukan perbaikan menyeluruh. Pasalnya, selain mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas, kondisi jalan yang rusak juga telah menimbulkan korban dan berpotensi memicu kecelakaan lebih besar jika terus diabaikan.
Daji

















