Yeflio, investigasi.news– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 Kodim 1802/Sorong terus menunjukkan progres signifikan, khususnya dalam pembangunan sektor ketahanan pangan. Salah satu fokus program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini adalah pematangan lahan pertanian yang kini telah mencapai 84 persen.
Berlokasi di Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi nasional dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat desa. Selasa (27/05/2025), Dansatgas TMMD Ke-124, Letkol Czi Angga Wijaya, S.IP., MA, menjelaskan bahwa lahan seluas 2 hektare akan segera ditanami bibit padi.
“Pematangan lahan ketahanan pangan saat ini telah mencapai 84 persen. Kami terus mengakselerasi pengerjaannya tanpa mengabaikan kualitas. Ini bukan sekadar program jangka pendek, tapi langkah nyata mendukung ketahanan pangan masyarakat,” ujar Letkol Angga Wijaya.
Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Kemandirian Pangan
Program ini tak hanya menjadi kegiatan fisik semata, namun juga bentuk sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun pondasi kemandirian pangan yang berkelanjutan. Masyarakat setempat turut serta dalam proses pengerjaan, mulai dari pembukaan lahan hingga tahap persiapan penanaman.
“Melalui kolaborasi ini, kami harap petani lokal ke depan lebih efisien mengelola lahan, mengenal teknologi pertanian yang tepat, dan mampu menghasilkan produk pangan yang berkualitas,” imbuhnya.
Langkah ini dinilai strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di daerah terluar Indonesia. Dengan pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif, TMMD Ke-124 tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka harapan baru bagi ketahanan ekonomi masyarakat.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang semakin singkat, Satgas TMMD Kodim 1802/Sorong optimis seluruh target akan rampung tepat waktu, termasuk sektor pangan yang menjadi fondasi penting bagi kemandirian desa di masa depan.
Red




