Tambang Ilegal Wasirawi Makin Menggila: Alat Berat Bebas Masuk

More articles

Wasirawi, Investigasi.news – Hutan lebat Papua Barat kembali menjadi saksi bisu kerakusan manusia. Di kawasan Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Daya, aktivitas tambang emas ilegal kini makin menggila. Puluhan alat berat jenis ekskavator terekam bebas beroperasi siang dan malam di tengah belantara, membuka akses, menggali bumi, dan menghancurkan ekosistem tanpa ampun—semua tanpa izin resmi.

Foto-foto eksklusif yang diperoleh redaksi Investigasi.news memperlihatkan skala kehancuran yang mengkhawatirkan. Dari udara, terlihat kolam-kolam raksasa yang terbentuk dari galian ekskavator. Di permukaan tanah, lalu lintas kendaraan Hilux membawa pekerja, bahan makanan, dan BBM—semuanya terorganisir dengan baik. Tarif angkut mencapai Rp 5 juta per orang, menandakan nilai ekonomi tinggi dan adanya infrastruktur logistik yang telah dibangun.

“Sekarang bisa lewat darat. Jalan sudah dibuka sampai ke tambang. Tapi biayanya mahal dan risikonya tinggi,” ujar seorang warga di Bendung Wariori kepada Investigasi.news.

Aktivitas tambang yang semula hanya dapat diakses melalui jalur air Kali Wariori, kini disokong jalur darat buatan yang memotong hutan Papua Barat. Fakta ini mengindikasikan bahwa operasi tersebut tidak lagi berskala kecil atau tradisional—ini adalah operasi tambang ilegal besar-besaran yang diduga mendapat perlindungan dari oknum tertentu.

Di lokasi, tampak para pekerja manual menyaring emas, diduga menggunakan merkuri, bahan kimia berbahaya yang telah terbukti merusak lingkungan dan berisiko tinggi terhadap kesehatan manusia.

“Ini bukan lagi soal tambang rakyat. Ini operasi besar. Mustahil bisa berjalan tanpa restu dari pihak-pihak berpengaruh di belakang layar,” tegas narasumber Investigasi.news yang enggan disebutkan namanya.

Lebih jauh, kondisi ini menimbulkan berbagai konsekuensi fatal: mulai dari kerusakan ekosistem, sedimentasi sungai, ancaman longsor, hingga potensi konflik sosial. Hutan lindung Papua Barat tak lagi aman, berubah menjadi ladang uang yang dikuasai oleh kelompok tak bertanggung jawab.

Yang lebih menyedihkan, aparat penegak hukum dan instansi pengawas justru terkesan abai. Tidak ada operasi penertiban. Tidak ada penyegelan. Seolah tambang emas ilegal di Wasirawi bukanlah kejahatan, melainkan bagian dari rutinitas harian yang dianggap wajar.

Investigasi.news sedang menelusuri siapa saja aktor intelektual dan jejaring pemodal di balik tambang ilegal ini. Dugaan kuat mengarah pada adanya kongkalikong antara pemilik alat berat, cukong emas, dan oknum aparat yang seharusnya menjaga hukum, bukan melanggarnya.

Waktu akan membuktikan: apakah negara benar-benar hadir untuk melindungi hutan dan rakyat Papua, atau justru bertekuk lutut di hadapan kekuatan uang dan alat berat?

Kami akan terus mengungkap, hingga pelaku dan pelindung tambang ilegal ini diseret ke cahaya.

John

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest