Banner iklan

BMKG Sukses Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Pidie Jaya, BPBD Dorong Edukasi Kebencanaan Diperkuat

More articles

PIDIE JAYA — Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami terus dilakukan di Kabupaten Pidie Jaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Besar sukses menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) selama dua hari, Rabu–Kamis, 26–27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah dan satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana geologi.

Pelaksanaan SLG dipusatkan di dua lokasi. Sesi pertama berlangsung di Kantor Bappeda Kabupaten Pidie Jaya dengan melibatkan masyarakat umum. Sementara itu, edukasi kebencanaan juga menyasar generasi muda melalui kegiatan di SMP Negeri 1 Meureudu, yang diikuti para siswa dan siswi sekolah tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Risma, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja prioritas nasional yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengenali risiko bencana.

Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik gempa bumi dan tsunami menjadi salah satu modal penting dalam membangun kesiapsiagaan. Masyarakat tidak hanya dituntut mengetahui potensi ancaman, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

“Program ini merupakan bagian dari prioritas nasional untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam mengenali risiko serta melakukan respons cepat ketika bencana terjadi,” ujar Nelly kepada kontributor Investigasi.News.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai edukasi kebencanaan yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat dan pelajar memiliki nilai strategis, terlebih Pidie Jaya merupakan salah satu wilayah yang memiliki pengalaman menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BMKG yang telah menggelar kegiatan selama dua hari di Pidie Jaya. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus ditingkatkan secara lebih intensif, terutama dalam hal penyebaran informasi dan upaya pengurangan risiko bencana,” kata Okta saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurut Okta, peningkatan kapasitas tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus diteruskan kepada lingkungan masing-masing agar terbentuk kesadaran kolektif mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ia berharap para peserta SLG dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan informasi yang diperoleh selama kegiatan kepada keluarga, lingkungan sekolah, maupun masyarakat di sekitarnya.

“Harapan kami, para peserta yang telah mendapatkan kesempatan mengikuti sekolah lapang ini dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang mereka peroleh kepada masyarakat luas. Dengan begitu, pemahaman dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana dapat semakin kuat,” harapnya.

Bagi Pidie Jaya, penguatan edukasi kebencanaan bukan sekadar langkah antisipatif, melainkan bagian penting dari membangun masyarakat yang tangguh. Kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar informasi kebencanaan dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata ketika ancaman benar-benar terjadi.

(Herry)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest