Pengungsi Banjir Bandang Malalak Butuh Bantuan Mendesak, Akses ke Lokasi Terhambat Longsor

More articles

Lubukbasung, Investigasi.news — Warga yang terdampak banjir bandang di Jorong Tobong, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, saat ini mengungsi di empat titik yang telah disiapkan pemerintah. Para pengungsi membutuhkan bantuan kebutuhan harian yang bersifat prioritas, terutama obat-obatan, selimut, bahan makanan, serta popok bayi.

Pemerintah Kabupaten Agam melalui Posko BPBD Agam telah menyiapkan seluruh kebutuhan darurat tersebut dan dijadwalkan mendistribusikannya ke lokasi terdampak pada Kamis (27/11).

Hingga Kamis dini hari, tercatat 135 kepala keluarga yang mengungsi di empat lokasi, yakni:

  • Masjid Nurul Falah Limo Badak
  • Masjid Nurul Saadah Jorong Saskand
  • Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca
  • SDN 01 Campago

Informasi yang dihimpun Investigasi.news dari Eki Marlinda dan tim Diskominfo Agam yang melakukan peninjauan langsung ke posko pengungsian menyebutkan, seluruh pengungsi berasal dari rumah-rumah yang terdampak banjir bandang sejak Rabu sore. Mereka dievakuasi oleh tim gabungan sebelum kondisi cuaca kembali memburuk.

Di Posko Masjid Nurul Iman Jorong Bukik Malanca, petugas mencatat 54 pengungsi telah mendapatkan penanganan awal dari tim gabungan. Sementara itu, kebutuhan darurat seperti obat-obatan dan logistik tambahan sudah diberangkatkan pada Kamis pagi dari Lubukbasung melalui jalur Sicincin, Padang Pariaman. Jalur tersebut menjadi satu-satunya akses yang bisa dilalui setelah rute lain menuju Malalak tertutup longsor.

Upaya pencarian warga yang dilaporkan hilang maupun dugaan adanya korban meninggal dunia masih belum dapat dilaksanakan. Kondisi hujan lebat, minimnya penerangan, serta pemadaman listrik yang sudah berlangsung tiga hari terakhir menyulitkan proses penyisiran di area terdampak.

Daji

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest