Terlantar di Agam, Pekerja Asal Bekasi Jalan Kaki Hingga Dinas Sosial Setelah Uang dan Barang Habis

More articles

AGAM – Kisah pilu dialami seorang pekerja asal Bekasi, Sunaryanto, yang terlantar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Kehabisan bekal, bahkan menjual ponsel dan pakaian demi bertahan hidup, ia akhirnya berjalan kaki hingga mencari bantuan ke Dinas Sosial setempat.

Peristiwa ini terungkap saat Sunaryanto memberikan keterangan kepada pihak Dinas Sosial Kabupaten Agam pada Selasa (28/4/2026), didampingi Pekerja Sosial (Peksos) Erizal dan Nola Karmila.

Berdasarkan pengakuannya, kejadian bermula ketika dirinya diajak oleh seseorang untuk bekerja membangun rumah di Pasar Bawan, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Agam. Ia pun berangkat dari Bekasi bersama seorang rekannya dengan harapan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.

Namun sesampainya di lokasi, harapan tersebut tidak sesuai kenyataan. Hari demi hari berlalu tanpa kejelasan pekerjaan. Material bangunan yang dijanjikan tak kunjung datang, dan aktivitas kerja yang diharapkan tidak pernah dimulai.

Situasi tersebut semakin memburuk ketika bekal yang dibawa mulai habis. Tanpa penghasilan dan kepastian, Sunaryanto terpaksa menjual barang pribadinya, termasuk telepon genggam dan pakaian, demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Ketika kondisi sudah tidak memungkinkan, ia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi dan berjalan kaki dari Bawan menuju Lubuk Basung. Dengan kondisi fisik yang lelah dan tanpa bekal, ia tiba di kantor Dinas Sosial Agam untuk meminta bantuan.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Dinas Sosial Kabupaten Agam langsung memberikan penanganan awal. Sunaryanto untuk sementara ditempatkan di rumah singgah guna mendapatkan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Kepala Dinas Sosial Agam, Villa Erdi, melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Hasneril, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap keterangan yang disampaikan Sunaryanto.

“Kami masih melakukan penelusuran, termasuk mencari informasi terkait rekan yang bersangkutan di Bawan dan keluarga di Bekasi. Jika data sudah valid, kami akan memfasilitasi pemulangannya,” ujar Hasneril.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehati-hatian diperlukan dalam menangani kasus seperti ini, mengingat tidak sedikit kasus serupa yang membutuhkan verifikasi mendalam.

“Kami perlu memastikan kebenaran informasi, karena saat ini cukup banyak laporan serupa. Namun jika terbukti, kami siap membantu pemulangan yang bersangkutan ke daerah asal,” tambahnya.

Rencananya, jika seluruh proses verifikasi selesai, Sunaryanto akan dipulangkan ke Bekasi menggunakan transportasi bus dalam waktu dekat.

Pekerja asal Bekasi, Sunaryanto, yang terlantar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, setelah pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung ada.

Dalam penanganan kasus ini, turut hadir Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Agam, Ahmad Syukri, yang ikut memantau proses penanganan dan pendampingan terhadap korban.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam menerima tawaran pekerjaan, khususnya yang berasal dari pihak yang belum jelas kredibilitasnya. Di sisi lain, peran pemerintah daerah melalui Dinas Sosial menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan bagi warga yang mengalami kondisi darurat sosial. Daji

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest