Padang Pariaman, investigasi.news – Meski Pembangunan Proyek Jalan TOL telah siap dan dioperasikan namun masih ada sisa pekerjaan yang belum selesai hingga kini, dan mestinya masyarakat sudah dapat menikmati sepenuhnya dampak dari Pembangunan Jalan Tol tersebut.
Pantauan media di lapangan Sabtu (27/09) pekerjaan yang telah selesai dikerjakan 100% itu adalah main Road namun, pada pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan adalah penyelesaian akses jalan di Lubuk Alung sepanjang 2,4 km dan penyesuaian desain jalan simpang sebidang di Tarok City dari informasi yang di terima disebabkan akibat kendala pembebasan lahan yang belum tuntas hingga kini.
“Benar sampai kini belum ada kepastian kapan dibayarkan uang ganti lahan, padahal tim pembebasan sudah sering menemui warga yang terkena lahannya” ujar salah satu warga pemilik lahan simpang sebidang tarok city kemarin.
Kepastian pembayaran pun hingga kini belum jelas, dan sepertinya masih tertunda apa sebabnya saya juga tidak tahu. Tapi anehnya sebagian sudah ada yang dibayarkan dan itupun dari sepanjang kurang lebih 1 Km baru 4 rumah warga yang dibayarkan.
Untuk masalah administrasi, imbuhnya, harga yang ditetapkan tim itu sepertinya belum final masih menunggu verifikasi ulang, saya tentu berharap jika memang lahan tempat kami ini terkena berikan kepastian masalah harga dan kapan dibayarkan sehingga kami bisa segera kosongkan tempat” pintanya
Terpisah VP Komunikasi Korporate PT. Hutama Karya Intan Zania di hubungi melalui pesan WhatsApp ke ponselnya Kamis lalu enggan merespon kelanjutan proyek jalan tol padang-sicincin-bukittinggi
“Maaf slower, sudah ada yang responkan” balik bertanya pada media.
Dia memberi jeda waktu untuk memberikan penjelasan namun hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan dari VP Koporate PT. Hutama Karya Intan Zania.
“Ok sebentar ya, maaf agak lama” tulisnya.
Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah meresmikan dan Jalan Tol Padang–Sicincin sudah beroperasi. Ruas tol padang-sicincin sepanjang 35,9 kilometer itu merupakan bagian dari Jalan Tol Pekanbaru–Padang dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar daerah di Sumatera.
“Pembangunan jalan tol ini bukan hanya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi infrastruktur kunci dalam mendukung percepatan logistik dan pemerataan pembangunan wilayah,” kata Menteri PU Dody Hanggodo, Selasa (29/07)
Menteri Dody menjelaskan, Jalan Tol Padang–Sicincin telah mendapat Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Direktorat Jenderal Bina Marga pada 30 April 2025, serta Surat Keputusan (SK) Pengoperasian melalui Kepmen PU Nomor 519/KPTS/M/2025 tertanggal 19 Mei 2025. Saat ini, persiapan pengoperasian tengah dilakukan.
Tol Padang–Sicincin yang dibangun dengan investasi Rp9,85 triliun ini memiliki kecepatan rencana 80 km/jam dengan dua lajur dua arah. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Hutama Karya Infrastruktur (PT.HKI) dan diawasi PT. Anugerah Kridapradana serta PT. Egis International Indonesia. Km

















