Sawahlunto, Investigasi.news – Atlet Pencak Silat muda Perguruan Pencak Silat (PPS) Ragawaru Sawahlunto diajang Kejuaraan Nasional Piala Kemenpora berhasil meraih 2 emas, 5 perak dan 11 perunggu. Prestasi meraih 18 Keping Medali itu ditoreh pada Kejuaraan yang digelar di GOR Nan Ompek Kota Payakumbuh, 24 sampai 27 Desember 2025.
Adapun 2 medali emas dipersembahkan oleh Dzakha Attaya Mustikal pada Kelas A Putra UD2 dan Kenzi Gibran Maherza pada Tunggal Putra Pra Remaja.
Perolehan 5 Perak diraih, Winsca Aqeel Tsaniy pada Kelas B UD2, Rafael Aurelio Argani pada Kelas J UD2, Winsca Attaya Ziyat pada Tunggal Putra Pra Remaja, Kenzi Gibran Maherza pada Kelas A Putra Pra Remaja, Azura Cahyani pada Kelas C Putri Pra Remaja.
Untuk 11 Perunggu didapat, Suffandi Yusuf dan Saskia Lutfia Nabila pada Kategori Tunggal Remaja, Aqila Septiani pada Tunggal Putri UD 2 Marhamah Ruqayyah Hamdani pada Kelas A Putri UD2, M. Evan Ziggy kelas D Putra UD2, Yusuf Altaf Irtiyah kelas G Putra UD2. M. Rasyid Hamdani pada Kelas B Putra Pra Remaja, Maher Mukhbita pada Kelas C Putra Pra Remaja, Dhuta Rasyafa Mustikal pada Kelas D Putra Pra Remaja, Zhivana Sania kelas E Putri Pra Remaja, dan Hafizhatunnisa Rasyadah pada kelas F Putri Pra Remaja
Pelatih Perguruan Triana Putri menyebut, raihan medali tersebut didapat pada kategori usia dini (udh), kategori pra remaja dan kategori remaja. Dan dari 19 atlet yang dikirim dan turun di 21 kelas membawa hasil yang membanggakan. Bangga dan bahagia melihat perkembangan murid binaan pada iven kali ini. Selalu berproses dan giat lagi latihannya agar dapat hasil yang lebih maksimal pada iven berikutnya,” kata Triana Putri, Minggu (28/12/2025).
Dia menyebut, Kejuaraan Nasional yang diikuti lebih dari 1200 peserta dari berbagai perguruan Nasional itu, menjadi ajang mengasah mental dan menambah jam terbang atlit muda Ragawaru. Triana Putri menambahkan, para atlet yang bertanding nantinya akan dipersiapkan juga untuk dapat mewakili kota dalam mengikuti ajang O2SN SD-SMP-SMA, Popda, bahkan Porprov yang akan terlaksana pada 2026.
“Akan terus dilakukan evaluasi dan mempelajari perkembangan penilaian pencak silat dalam persiapan iven besar lainnya untuk 2026 nanti,” jelasnya. (tumpak)








