Bupati Sanusi Teken Kerja Sama Strategis, Malang Raya Siap Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

More articles

SURABAYA – Bupati Malang Sanusi menunjukkan langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah dengan menandatangani kerja sama strategis pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama kepala daerah se-Malang Raya.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam, dan menjadi bagian dari program nasional untuk menjawab persoalan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang, serta perwakilan Pemerintah Kota Batu, dan disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq.

Sanusi menegaskan, kolaborasi lintas daerah ini menjadi langkah penting dalam menuntaskan persoalan sampah di Malang Raya, terutama di Kabupaten Malang yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaannya.

“Program PSEL ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah, sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Malang telah memiliki Mini Material Recovery Facility (MRF) di UPT Pengolahan Persampahan Tumpang, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada pemulihan sumber daya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan membawa dampak signifikan dalam pengelolaan sampah di wilayahnya, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi daerah.

“Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memberikan dampak strategis bagi energi dan pembangunan ekonomi,” ungkapnya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq pun memberikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menangani persoalan sampah, yang dinilainya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari hulu.

“Apapun teknologinya, fondasinya tetap sama: sampah harus terpilah. Tanpa itu, biaya akan sangat besar,” tegasnya.

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban sampah, tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah serta membuka peluang pemanfaatan energi baru yang berkelanjutan di Jawa Timur. Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest