Iklan

Warga Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta, Pernyataan Camat Guntur Soal Calon Nomor 5 Picu Reaksi Warga

More articles

Deli Serdang – Puluhan warga Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, menggeruduk Kantor Kepala Desa di Jalan Impres Tani Asri, Jumat (29/05/2026). Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait menindaklanjuti dugaan politik uang yang disebut-sebut melibatkan calon kepala desa nomor urut 5, Edison Gultom.

Aksi tersebut dipicu beredarnya video yang diduga memperlihatkan pembagian amplop saat kampanye pada 21 Mei 2026 lalu. Warga menilai dugaan tersebut berpotensi mencederai proses demokrasi dalam Pilkades Tanjung Gusta.

Aksi itu dihadiri Camat Sunggal Guntur, unsur Muspika, serta Kapolsek Sunggal Kompol Mhd. Yunus Tarigan, S.H., M.H. bersama jajaran yang melakukan pengamanan dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.

Di Aula Kantor Pemerintahan Desa Tanjung Gusta, Camat Guntur menegaskan bahwa Pilkades tetap berlangsung sesuai jadwal pada 2 Juni 2026. Namun, ia menyampaikan bahwa apabila calon nomor urut 5 nantinya terpilih atau duduk sebagai kepala desa dan terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku, maka statusnya dapat digugurkan.

“Pemilihan tetap berjalan sesuai tahapan. Namun apabila calon nomor urut 5 terpilih dan terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan aturan yang berlaku, maka dapat digugurkan,” ujar Camat Guntur di hadapan warga.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari massa. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa dugaan yang telah menjadi polemik di tengah masyarakat harus menunggu hasil pemilihan terlebih dahulu sebelum ada tindakan lebih tegas.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran yang serius, kenapa harus menunggu terpilih dulu baru digugurkan? Kenapa tidak diselesaikan sebelum rakyat memberikan suara?” teriak salah seorang warga yang disambut sorakan massa.

Suasana semakin memanas saat Ucil Manurung menyampaikan kritik terbuka kepada pemerintah kecamatan.

“Kami rakyat kecil selalu dituntut patuh pada aturan. Tapi ketika kami menyampaikan aspirasi dan fakta yang berkembang di masyarakat, kenapa seolah tidak dianggap serius? Apa suara rakyat hanya didengar saat menjelang pemilihan saja?” tegas Ucil.

Ia juga menegaskan bahwa warga menolak keras segala bentuk dugaan politik uang dalam Pilkades dan meminta pemerintah bertindak transparan serta tidak tebang pilih.

“Jangan tunggu kursi kepala desa diduduki baru bicara penegakan aturan. Kalau ada persoalan, selesaikan sekarang. Rakyat butuh kepastian, bukan janji bahwa nanti akan diproses,” ujarnya yang disambut tepuk tangan warga.

Meski berlangsung tertib dan kondusif dalam pengawalan Polsek Sunggal, warga menegaskan akan terus mengawal jalannya Pilkades hingga selesai. Menurut mereka, yang dipertaruhkan bukan hanya hasil pemilihan, melainkan juga kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan penegakan aturan di Desa Tanjung Gusta.

(Anna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest