Banner

LSM WGAB Desak Polisi Usut Dugaan Permainan di Balik Pemberitaan Pengusaha Papua Barat Daya

More articles

 

Sorong | Investigasi.News – Sejumlah pelaku usaha di Papua Barat Daya mengaku resah setelah usaha mereka menjadi sasaran pemberitaan di sejumlah media yang berbasis di luar Papua. Mereka menduga terdapat pola tertentu di balik kemunculan berita-berita tersebut dan meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas jika ditemukan adanya praktik yang melanggar hukum.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Investigasi.News, sejumlah pengusaha mengaku sebelumnya dihubungi seseorang yang mengatasnamakan wartawan melalui sambungan telepon maupun aplikasi WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, oknum yang bersangkutan diduga meminta sejumlah uang atau bantuan.

Keterangan tersebut masih sebatas pengakuan para narasumber dan belum dapat dikonfirmasi kepada pihak yang disebut.

Salah seorang pengusaha yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku pernah mengalami peristiwa serupa. Menurutnya, komunikasi awal berlangsung secara wajar sebelum akhirnya mengarah pada permintaan bantuan.

“Awalnya menghubungi sebagai wartawan. Setelah berbincang, pembicaraan mulai mengarah pada permintaan bantuan. Karena saya tidak bisa memenuhi permintaan itu, komunikasi terputus. Tidak lama kemudian muncul pemberitaan mengenai usaha saya,” ujarnya.

Ia mengaku tidak sendiri. Beberapa pelaku usaha lain disebut mengalami pengalaman serupa sehingga menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha.

Selain itu, para pengusaha juga menilai ada hal yang janggal setelah berita dipublikasikan. Mereka menduga tautan berita terlebih dahulu dikirim kepada seseorang, kemudian diteruskan kepada pihak pengusaha dengan alasan berita tersebut telah beredar di grup percakapan. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Merasa dirugikan, sejumlah pengusaha kemudian mencoba menelusuri asal-usul pemberitaan melalui beberapa wartawan yang mereka kenal. Dari penelusuran itu muncul dugaan adanya oknum masyarakat yang berperan sebagai penghubung dengan sejumlah media di luar Papua. Dugaan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (LSM WGAB), Yerri Basri Mak, SH., MH., mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

“Jika memang benar terdapat pihak yang mengatur atau mengendalikan proses penerbitan berita, kemudian diduga meminta sejumlah uang dengan iming-iming penghapusan berita, maka praktik seperti ini harus diusut secara tuntas. Aparat penegak hukum perlu mengungkap siapa saja yang terlibat agar tidak merugikan masyarakat maupun dunia usaha,” kata Yerri.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut penghapusan berita, tetapi juga dugaan adanya pola atau modus yang berpotensi mencederai kebebasan pers dan merusak citra profesi wartawan.

Yerri menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti melalui proses hukum, maka tindakan tersebut tidak hanya merugikan para pelaku usaha, tetapi juga mencoreng nama baik insan pers yang selama ini menjalankan tugas secara profesional berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Ia juga mengimbau para pengusaha yang merasa menjadi korban agar menyimpan seluruh bukti komunikasi, baik pesan WhatsApp, rekaman percakapan telepon, maupun dokumen lain yang dapat dijadikan alat bukti apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Investigasi.News masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut. Namun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Jhonsa

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest