Pariaman, Investigasi.News — Sebanyak 125 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman mengikuti pembinaan, Selasa (29/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidik sekaligus mendukung terwujudnya Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi sebagaimana Asta Protas Kementerian Agama.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Makan Sambalado, Pariaman, itu dibuka Kepala Kantor Kemenag Kota Pariaman, Edy Oktafiandi, yang sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Padang Pariaman sejak 1 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Edy didampingi Plh. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendis) Kankemenag Kota Pariaman, Syafrial; Kasi PAI Kankemenag Kabupaten Padang Pariaman, Zalkhairi; serta para pengawas PAI dan staf Pendis. Edy juga tampil sebagai pemateri utama.
Dalam paparannya, Edy menegaskan bahwa penguatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui penguasaan materi ajar. Seorang guru PAI, menurutnya, harus memiliki pola pikir, keterampilan, karakter, serta sikap dan perilaku yang mampu menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pendidikan.
Ia merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025–2029, yang di antaranya menempatkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi sebagai salah satu prioritas.
“Untuk mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, sangat ditentukan oleh banyak hal,” ujar Edy.
Ia kemudian menekankan empat aspek penting yang harus dimiliki seorang guru atau tenaga pendidik, yakni mindset (pola pikir), skill (keterampilan), karakter, serta attitude (sikap dan perilaku).
Menurut Edy, mindset menjadi pondasi awal karena menentukan cara seorang guru memandang profesi, tanggung jawab mengajar, sekaligus memperlakukan peserta didik.
“Apabila mindset Guru PAI telah kuat, kemampuan teknis dan metodologis untuk menyampaikan materi dan mengelola pembelajaran secara efektif harus pula dikuasai,” jelasnya.
Tidak kalah penting, lanjut Edy, guru harus memiliki karakter, integritas, dan empati. Sikap serta perilaku guru dalam berinteraksi di lingkungan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan keteladanan.
“Mindset membentuk arah pandang, sedangkan karakter dan attitude membangun kepercayaan dan keteladanan. Kemudian skill akan mampu mengeksekusi pembelajaran berkualitas,” tegasnya.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan tugas dan fungsi Guru PAI di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Para peserta juga mendapatkan informasi serta sosialisasi terkait produk layanan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pariaman.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penguatan pemahaman administratif, tetapi mampu mendorong Guru PAI menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas, berintegritas, serta mampu membangun karakter peserta didik di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang.
(Andra Sikumbang)













