Banner

Suasana Haru Iringi Purna Bakti Rahmat Fajri, Dinsos Agam Lepas Sosok Pemimpin Rendah Hati yang Sulit Tergantikan

More articles

Lubuk Basung – Suasana haru menyelimuti Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam, Selasa (30/6/2026). Senyum yang mengawali acara perlahan berubah menjadi isak haru saat keluarga besar Dinas Sosial Kabupaten Agam melepas purna bakti Sekretaris Dinas Sosial, Rahmat Fajri. Pelukan hangat, doa, dan ucapan terima kasih mengiringi perpisahan dengan sosok yang dikenal sederhana, rendah hati, serta penuh dedikasi dalam menjalankan tugas.

Meski hanya sekitar delapan bulan mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Sosial sejak dilantik pada 1 November 2025, Rahmat Fajri mampu meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi rekan-rekan kerjanya. Hampir seluruh jajaran Dinas Sosial Agam hadir dalam acara pelepasan tersebut, kecuali Bidang Rehabilitasi Sosial yang sedang menjalankan tugas di lapangan.

Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, didampingi para kepala bidang serta seluruh pegawai. Suasana penuh keakraban berubah menjadi haru ketika satu per satu rekan kerja menyampaikan kesan selama bekerja bersama Rahmat Fajri.

Dalam sambutannya, Villa Erdi mengaku kehilangan sosok yang selama ini menjadi mitra kerja sekaligus teladan.

“Kami benar-benar merasa kehilangan. Walaupun kebersamaan kami dengan Pak Rahmat Fajri sangat singkat, beliau telah menunjukkan dedikasi, etos kerja, loyalitas, dan ketulusan yang luar biasa. Dinas Sosial Agam kehilangan seorang pekerja keras, pemimpin yang rendah hati, dan pribadi yang selalu mengedepankan kebersamaan,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan doa terbaik untuk Rahmat Fajri.

“Selamat memasuki masa purna bakti, Pak Rahmat Fajri. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan umur yang berkah. Pintu Dinas Sosial Agam akan selalu terbuka untuk Bapak. Silaturahmi ini jangan pernah terputus,” tambahnya.

Kesan mendalam juga disampaikan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Azmar. Menurutnya, Rahmat Fajri mengajarkan bahwa pengabdian tidak diukur dari lamanya masa jabatan, melainkan dari keikhlasan dalam bekerja.

“Kami belajar dari bapak Fajri bahwa pengabdian tidak diukur dari panjangnya waktu, tetapi dari ketulusan hati. Terima kasih telah menjadi guru, sahabat, sekaligus keluarga bagi kami.”

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Desi Nofia. Ia mengaku banyak belajar selama mendampingi bapak sekretaris.

“Rasanya baru kemarin kami bekerja bersama, ternyata sudah tiba waktunya berpisah. Selama delapan bulan, begitu banyak ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai yang kami pelajari dari beliau. Doa kami selalu menyertai. Semoga Bapak selalu sehat dan bahagia. Purna bakti bukan berarti putusnya tali silaturahmi.”

Meski tidak dapat hadir karena sedang bertugas di lapangan, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril, menyampaikan pesan melalui sambungan telepon yang membuat suasana semakin emosional.

“Kami mohon maaf karena tidak bisa hadir melepas langsung. Kalau selama ini ada sikap atau pekerjaan kami yang kurang berkenan, kami mohon dimaafkan. Kami melepas Bapak dengan bangga karena pernah dipimpin oleh sosok seperti Bapak. Ada satu hal yang tidak akan pernah kami lupakan, Bapak selalu melarang kami memanggil ‘Pak’ saat berdua atau melalui WhatsApp. Bapak selalu berkata, panggil saja ‘Uda’, seperti 30 tahun yang lalu. Sampai hari ini, bagi kami, Bapak tetap Uda.”

Mewakili staf, Serlin juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada sosok yang dianggap lebih dari sekadar atasan.

“Terima kasih, Pak Rahmat Fajri, atas setiap nasihat, perhatian, dan keteladanan yang Bapak berikan kepada kami. Bapak bukan hanya seorang atasan, tetapi juga sosok yang membuat kami merasa dihargai dan didengarkan. Kami kehilangan figur yang selalu menenangkan di tengah kesibukan pekerjaan. Semoga masa purna bakti menjadi awal dari hari-hari yang lebih bahagia bersama keluarga. Jangan lupakan kami, karena kami pun tidak akan pernah melupakan Bapak.”

Kesan mendalam juga disampaikan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Azmar. Menurutnya,bapak Rahmat Fajri mengajarkan bahwa pengabdian tidak diukur dari lamanya masa jabatan, melainkan dari keikhlasan dalam bekerja.

Suasana haru semakin terasa ketika salah seorang staf Sekretariat Dinas Sosial Agam, Hafiz, yang selama ini cukup sering mendampingi Rahmat Fajri dalam berbagai kegiatan kedinasan, tampak tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku merasa kehilangan sosok pimpinan yang selalu dekat dengan staf dan tidak pernah membeda-bedakan bawahan.

Momen kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam saat menyerahkan cendra mata.

“Bagi kami, Pak Sek bukan hanya seorang atasan, tetapi juga pembimbing yang selalu memberi semangat dan teladan dalam bekerja. Kami sangat kehilangan. Terima kasih atas semua ilmu, perhatian, dan kebaikan yang telah Bapak berikan. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalani masa purna bakti,” ungkap Hafiz.

Saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan perpisahan, Rahmat Fajri tampak beberapa kali menghentikan ucapannya karena menahan haru. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Dinas Sosial Kabupaten Agam yang telah menerimanya dengan penuh kehangatan sejak hari pertama bertugas.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Dinas, para kepala bidang, seluruh ASN, dan tenaga pendukung Dinas Sosial Agam. Walaupun kebersamaan kita terbilang singkat, saya merasakan kekeluargaan yang begitu luar biasa. Jika selama saya menjalankan tugas ada tutur kata, sikap, atau keputusan yang kurang berkenan, saya dengan tulus memohon maaf.”

Rahmat Fajri juga berpesan agar semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat terus dipertahankan.

“Teruslah bekerja dengan hati, layani masyarakat dengan ikhlas, dan jaga kekompakan. Jabatan boleh berakhir, tetapi persaudaraan dan silaturahmi jangan pernah putus. Saya berharap Dinas Sosial Agam terus maju, semakin kompak, dan selalu menjadi tempat lahirnya pengabdian yang tulus bagi masyarakat.”

Di akhir sambutannya, Rahmat Fajri kembali menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Ucapan tersebut disambut tepuk tangan panjang, sementara beberapa pegawai tampak menyeka air mata karena tidak mampu menyembunyikan rasa haru saat melepas sosok yang mereka anggap sebagai panutan.

Prosesi pelepasan ditutup dengan penyerahan cenderamata, doa bersama, sesi foto, serta salam perpisahan yang diwarnai pelukan hangat dan air mata. Bagi keluarga besar Dinas Sosial Kabupaten Agam, masa purna bakti Rahmat Fajri bukan sekadar akhir dari perjalanan sebagai aparatur sipil negara, tetapi menjadi penanda berakhirnya kebersamaan dengan seorang pemimpin yang meninggalkan jejak pengabdian, keteladanan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang akan selalu dikenang.

Daji

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest