SIBOLGA, INVESTIGASI.NEWS – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan merayakan Hari Bhayangkara ke-80 pada Selasa, 1 Juli 2026. Di momentum ini, Polri membawa modal besar: tingkat kepercayaan publik yang naik ke angka 82,4 persen berdasarkan survei nasional pertengahan 2026, dari sebelumnya 76,2 persen di 2025.
Kenaikan itu disebut sebagai hasil dari pembenahan internal, penguatan profesionalisme personel, dan perbaikan layanan publik yang terus digenjot institusi Bhayangkara.
Dikutip dari Saluran Whatsapp Humas Polri, Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai masyarakat kini melihat Polri lebih dekat dan responsif.
“Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kerja nyata di lapangan itulah yang menjadi fondasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Sandri, Selasa 30/06/2026.
Refleksi 80 Tahun: Dari Pengayom ke Presisi
Sejak dibentuk 1 Juli 1946, Polri terus bertransformasi. Tema HUT Bhayangkara ke-80 tahun ini, *”Polri Untuk Masyarakat”*, menegaskan arah institusi untuk semakin humanis, modern, dan terpercaya.
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sejumlah langkah reformasi dijalankan. Mulai dari penertiban internal, akselerasi digitalisasi layanan SKCK dan SIM, hingga penguatan program Polisi RW dan Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke desa.
Sementara Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai survei Litbang Kompas menjadi bukti nyata kerja Polri dirasakan masyarakat. Namun ia mengingatkan agar Polri tidak berpuas diri.
“Masih banyak pekerjaan rumah. Pemberantasan kejahatan jalanan, premanisme, narkoba, sampai kejahatan siber harus jadi prioritas agar kepercayaan ini terjaga,” tegas Sahroni.
Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045
Memasuki usia 80 tahun, Polri menghadapi 3 tantangan utama:
1. Kejahatan Digital: Maraknya penipuan online, judi _online_, dan peretasan data menuntut peningkatan kapasitas siber Polri.
2. Kedekatan dengan Masyarakat: Program _community policing_ seperti Polisi RW harus terus diperkuat agar Polri hadir sebagai problem solver di tingkat bawah.
3. Transparansi dan Akuntabilitas: Penguatan Propam dan pengawasan eksternal dinilai penting menjaga integritas di tengah sorotan publik.
Di daerah, General Manager PT Pelindo Cabang Sibolga, Muhammad Ikhlas, mencontohkan sinergi Polri dengan instansi lain. “Keamanan dan kepastian hukum di pelabuhan jadi kunci investasi dan pelayanan. Peran Polri sangat vital,” ujarnya.
Harapan di HUT ke-80
Di usia yang kian matang, harapan publik sederhana: Polri yang presisi, humanis, dan berintegritas. Capaian 82,4% kepercayaan publik harus dijaga dengan kerja nyata, bukan seremoni.
“Selamat HUT Bhayangkara ke-80. Semoga Polri terus menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat yang dicintai rakyatnya sendiri,” tutup M. Ikhlas. (wr warasi)



