Dharmasraya — Pengembangan Nagari Creative Hub (NCH) di Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, tidak hanya menghadirkan ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal, tetapi juga mendorong penerapan digitalisasi dalam aktivitas perdagangan. Seluruh tenant UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut kini telah difasilitasi layanan pembayaran elektronik (e-payment) melalui pemindaian (scan) kode QR Bank Nagari.
Penerapan pembayaran digital ini memberikan alternatif transaksi bagi pengunjung. Selain pembayaran tunai, konsumen kini dapat melakukan pembayaran secara nontunai dengan memindai kode QR yang tersedia pada masing-masing tenant.
Salah seorang pelaku UMKM mitra binaan NCH Sungai Duo, Mita (32), pemilik usaha Teh Anak Nagari, mengaku merasakan langsung kemudahan dari penerapan sistem pembayaran tersebut. Sebelum bergabung dengan NCH, ia mengaku hanya melayani transaksi secara tunai.
“Pembayaran elektronik ternyata lebih memudahkan kita sebagai pedagang. Tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian, dan pencairan dananya juga sangat mudah,” ungkap Mita di NCH Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Jum’at (30/10/2026).
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus membantu pelaku UMKM dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan pola transaksi masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.
Sementara itu, Teller Bank Nagari Cabang Pembantu Koto Agung, Adesti mengatakan penerapan layanan pembayaran elektronik bagi tenant NCH Sungai Duo dapat dilakukan karena secara umum para pedagang telah memiliki rekening Bank Nagari. Dengan demikian, fasilitasi layanan pembayaran menggunakan kode QR dapat difasilitasi secara langsung kepada masing-masing pelaku usaha tanpa proses administrasi tambahan.
“Setiap transaksi nantinya akan langsung masuk ke rekening masing-masing pedagang. Untuk pencairan dana, mereka bisa menariknya secara langsung melalui mesin ATM Bank Nagari,” jelas Adesti.
Penerapan pembayaran elektronik ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan dan efisiensi transaksi, baik bagi pedagang maupun konsumen. Selain mendukung digitalisasi UMKM, fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha nagari agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Melalui NCH Sungai Duo, Pemprov Sumbar berharap pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat usaha dan perluasan pemasaran, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas pengelolaan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital. (adpsb/bud)













