Pariaman, investigasi.news – Kabar baik datang bagi peternak di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Sebanyak 11 ekor sapi yang sebelumnya terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif. Keberhasilan ini tak lepas dari kombinasi pengobatan tradisional yang dilakukan peternak serta upaya medis yang diberikan oleh Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marini Jamal, mengungkapkan bahwa kesembuhan ternak ini berkat respons cepat para peternak dalam menangani gejala PMK. “Selain menggunakan obat tradisional, kami juga memberikan obat-obatan serta melakukan penyemprotan disinfektan guna meminimalisir penyebaran PMK,” ujarnya, Kamis (30/1).
Kasus PMK ini pertama kali terdeteksi di Desa Pungguang Ladiang setelah seorang peternak membeli dua ekor sapi asal Medan di Pasar Ternak Sungai Sariak. Tak lama setelahnya, gejala PMK mulai muncul dan menyebar ke 11 ekor sapi lain dalam kandang yang sama. Beruntung, dengan penanganan yang tepat, seluruh sapi berhasil sembuh dalam waktu satu pekan tanpa adanya penyebaran lebih luas ke ternak lain di daerah itu.
Menurut Marini, salah satu faktor utama kesembuhan yang cepat adalah tingginya kesadaran peternak dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan mandiri. “Tingkat kesembuhan PMK ini sangat tinggi, mencapai 98 persen. Itu sebabnya kami terus mendorong peternak untuk waspada dan sigap dalam menghadapi kasus serupa,” tambahnya.
Meski kasus ini telah berhasil diatasi, Pemkot Pariaman tetap mengimbau peternak agar lebih berhati-hati saat membeli ternak baru. Pemeriksaan surat kesehatan hewan dan asal ternak, serta isolasi sementara sebelum digabungkan dengan ternak lain, menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit.
Keberhasilan penyembuhan ini menjadi bukti bahwa dengan penanganan yang cepat dan tepat, PMK bukanlah ancaman yang tak bisa diatasi. Para peternak di Pariaman kini kembali bernapas lega, sambil terus meningkatkan kewaspadaan demi kesehatan ternak mereka.
Afri

















