Ketua DAP Doberai Desak Penindakan Togel di Sorong: Siapa yang Beri Izin?

More articles

Sorong, Papua Barat Daya – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberai, Ronal Konjol, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya praktik perjudian jenis toto gelap (togel) di Kota Sorong. Ia menyebut kondisi tersebut sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan dan mendesak semua pihak, khususnya aparat penegak hukum, untuk segera bertindak tegas.

“Perjudian togel di Sorong makin meluas dan meresahkan. Ini bukan lagi persoalan kecil. Tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan pemerintah daerah harus bersikap,” ujar Ronal kepada wartawan, Kamis (7/8/2025).

Ronal menyoroti belum adanya tindakan terhadap jaringan togel lama yang diduga dikendalikan oleh HRT. Di saat yang sama, ia mengungkapkan telah muncul jaringan baru yang diduga berada di bawah kendali bandar lain berinisial L.

“Saya sudah mengantongi nama koordinator lapangan dari jaringan baru tersebut, yang disebut-sebut merupakan anak buah dari bos besar berinisial L. Dalam waktu dekat, kami akan melaporkannya secara resmi ke Polda Papua Barat Daya,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa praktik perjudian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai sosial budaya. Menurutnya, aktivitas ilegal ini berpotensi merusak moral dan masa depan generasi muda.

“Ini bukan contoh yang baik untuk anak-anak kita. Semua agama melarang perjudian. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegasnya.

Ronal juga mempertanyakan keberadaan aktivitas togel yang terus berlangsung di Kota Sorong. Ia meminta kejelasan terkait siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan kegiatan semacam ini.

“Yang lama belum ditindak, yang baru sudah muncul. Ini bikin heran. Saya ingin tahu, penjualan togel di Sorong ini atas izin siapa? Siapa yang memberi izin? Ini yang harus dijelaskan,” kata Ronal

Sementara itu, Agus, yang disebut sebagai koordinator lapangan dari jaringan lama, saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihaknya akan menghentikan aktivitas tersebut.

“Kita mau tutup. Kita sudah hancur. Luis sudah masuk, jadi kita mau tutup,” ujarnya singkat saat dihubungi melalui pesan whatsapp.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh tanggapan dari aparat kepolisian terkait pernyataan maupun rencana pelaporan yang disampaikan oleh Ketua DAP Wilayah III Doberai. Jhon

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest