Milad KAHMI Ke-59, Alumni Hijau-Hitam Sula Gelar Dialog Di JS Caffe

More articles

Malut, Invetigasi.News-, Peringatan Milad ke-59 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kabupaten Kepulauan Sula berlangsung meriah dan penuh makna, Sabtu (20/9/2025). Acara yang dipusatkan di JS Coffe ini mengangkat tema “Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju” dan menghadirkan pengurus KAHMI, para alumni dan kader HMI.

Dalam sambutan pengantar dialog, Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Kepulauan Sula, Mohtar Umasugi, menekankan bahwa peringatan milad kali ini bukan hanya sebatas seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat arah perjuangan KAHMI. Ia menyebutkan bahwa usia 59 tahun adalah fase kedewasaan yang menuntut KAHMI untuk memberikan kontribusi yang lebih nyata dan terukur bagi umat, bangsa, dan daerah.

“Konsolidasi yang kita maksud tidak hanya sebatas penguatan struktur organisasi, tetapi juga konsolidasi gagasan. Indonesia saat ini membutuhkan ide-ide segar yang mampu menjawab tantangan globalisasi, digitalisasi, dan kesenjangan pembangunan antar wilayah“, ujar Koordinator Presidium MD KAHMI dalam pengantar dialog.

Dalam arahannya, ia menyoroti tiga poin penting sebagai kerangka konsolidasi KAHMI ke depan.
Pertama, KAHMI harus kembali pada khittahnya sebagai rumah besar alumni HMI yang mengedepankan semangat keummatan dan kebangsaan. Jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor: politik, birokrasi, bisnis, hingga pendidikan, harus bersinergi membangun kekuatan kolektif yang produktif, bukan terjebak dalam rivalitas kepentingan.

Kedua, KAHMI dituntut untuk melahirkan roadmap gagasan yang mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, dialog ini harus menghasilkan ide-ide konkret, seperti penguatan ekonomi berbasis kerakyatan, tata kelola anggaran yang transparan, serta strategi pembangunan manusia yang unggul dan berdaya saing, khususnya di daerah tertinggal seperti Kabupaten Kepulauan Sula.

Ketiga, KAHMI harus memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah. Di tingkat lokal, KAHMI perlu berperan aktif mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara di tingkat nasional, KAHMI diharapkan mampu ikut mengawal kebijakan strategis negara dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Milad ke-59 ini juga menjadi momentum evaluasi bagi kita semua. Kritik yang selama ini disampaikan publik adalah vitamin agar KAHMI tidak terjebak dalam zona nyaman. Dari forum ini, kita ingin menegaskan bahwa KAHMI bukan sekadar saksi sejarah, tetapi pelaku sejarah yang ikut menentukan arah masa depan bangsa,” tegasnya.

Acara ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antaralumni, sekaligus mempertegas posisi KAHMI sebagai kekuatan moral dan intelektual di tengah dinamika sosial-politik yang berkembang di daerah maupun nasional.

Peringatan Milad ke-59 KAHMI di Kabupaten Kepulauan Sula ditutup dengan seruan bersama untuk memperkuat sinergi dan langkah kolektif dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. Semangat perjuangan yang diwariskan pendiri HMI, Lafran Pane, kembali digaungkan sebagai pengingat bahwa KAHMI memiliki tanggung jawab sejarah dalam memperjuangkan persatuan umat dan bangsa.

Dengan forum dialog ini, MD KAHMI Kepulauan Sula menegaskan tekadnya untuk menjadi motor penggerak gagasan dan perubahan, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga dalam memperkuat kontribusi KAHMI pada level nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest