Cilacap, investigasi.news — Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek oleh Kelompok P3A Sida Makmur di Desa Pegadingan, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, kembali mencuat. Agung, oknum Ketua P3A sekaligus Kepala Dusun, diduga menjadi saksi kunci dalam penarikan uang sukses fee oleh tim sukses (timses) beberapa partai politik, dengan besaran mencapai 20%.
Beberapa pekan lalu, media Metronusa News dan Investigasi News memberitakan dugaan pekerjaan proyek P3A yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan bahkan sudah mengalami kerusakan sebelum selesai 100%. Kerusakan ini diduga akibat kualitas pekerjaan yang buruk.
Untuk mengonfirmasi hal ini, tim media menghubungi Agung melalui pesan singkat WhatsApp pada 1 Oktober 2025. Agung menyatakan bahwa kerusakan proyek tersebut diakibatkan oleh hujan deras selama dua hari terakhir. Namun, pernyataan ini langsung dibantah oleh awak media karena hujan tidak bisa dijadikan alasan utama kerusakan jika pekerjaan sudah sesuai standar.
Agung kemudian mengungkapkan alasan lain yang lebih mengejutkan, yakni terkait praktik penarikan uang sukses fee oleh tim sukses partai politik. Ia menjelaskan bahwa besaran setoran ke Tim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) relatif kecil, hanya 5%. Sementara itu, partai politik lain ternyata meminta setoran hingga 20% dari nilai proyek.
Menurut Agung, partai-partai tersebut bahkan langsung menarik uang saat pencairan proyek dilakukan. Pernyataan ini membuka fakta bahwa bukan hanya oknum dari PKS yang menarik uang proyek, melainkan timses partai lain dengan angka sukses fee yang lebih tinggi.
Dari pengakuan Agung, dapat disimpulkan bahwa tingginya beban biaya sukses fee tersebut menjadi penyebab utama sejumlah pekerjaan P3A tidak sesuai spesifikasi. Beban finansial yang berat memaksa pelaksana proyek mengabaikan kualitas agar dapat menutupi biaya pungutan tidak resmi tersebut.
Masyarakat setempat mengharapkan aparat penegak hukum Kabupaten Cilacap serius menindaklanjuti kasus ini sebagai wujud dukungan terhadap program Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi. Mereka meminta Agung segera dipanggil untuk memberikan keterangan agar pihak-pihak yang terlibat—baik dari timses PKS maupun partai lain—bisa bertanggung jawab secara hukum.
Lebih jauh, masyarakat memantau progres proyek ini sampai masa pemeliharaan selesai dan berharap kasus ini mendapat perhatian hingga ke Istana Kepresidenan agar Presiden Prabowo mengetahui kondisi sebenarnya di Kabupaten Cilacap.
Tim








