Sekda Budiar Serahkan Penghargaan MBG dan Sampaikan Arahan Mendagri dalam Rakor Kabupaten Malang

More articles

Malang, Investigasi.news– Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, menyerahkan Penghargaan Pelaksanaan Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Pola Gotong Royong kepada empat sekolah, yakni SD Negeri Penarukan Kecamatan Kepanjen, SD Negeri 3 Ngadirejo Kecamatan Kromengan, SMP Negeri 2 Gondanglegi, dan SMP Negeri 1 Poncokusumo. Pada kesempatan tersebut, beliau mewakili Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M, sekaligus membuka Rapat Koordinasi Sinergi dan Optimalisasi Program MBG Menuju Kabupaten Malang Zero Keracunan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (26/11) pagi.

“Badan Gizi Nasional memiliki Program MBG dengan tujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah, guna mengurangi stunting dan memperbaiki kualitas gizi. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Harapannya, SDM Indonesia menjadi lebih produktif dan berdaya saing tinggi sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus membangkitkan ekonomi dengan memberdayakan UMKM, petani, peternak lokal, dan pemasok bahan baku,” tegas Budiar di hadapan para kepala sekolah atau perwakilan sekolah serta Kepala SPPG se-Kabupaten Malang.

Pernyataan tersebut ia sampaikan selaras dengan arahan Menteri Dalam Negeri bahwa Program MBG harus dilaksanakan secara optimal. Ia mengingatkan bahwa apabila Kabupaten Malang atau daerah lainnya tidak menjalankan program ini, maka pemerintah daerah dapat dikenai sanksi. Lebih lanjut, Budiar juga menjelaskan konsep ekonomi yang menggambarkan bagaimana perubahan awal dalam pengeluaran atau investasi dapat memicu perubahan lebih besar pada pendapatan atau output ekonomi secara keseluruhan melalui efek berantai antar sektor.

“Yang jelas, pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Malang sejauh ini sudah berjalan cukup baik. MBG yang dijalankan melalui SPPG ini memberikan dampak multipel dan menciptakan sirkulasi ekonomi, mulai dari peningkatan gizi anak sebagai aset bangsa, penyerapan tenaga kerja, hingga belanja bahan makanan yang melibatkan pembudidaya, peternak, petani, pekebun, koperasi atau BUMDes,” pungkasnya sambil memberi semangat kepada seluruh peserta rakor.

Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest