MALANG, investigasi.news — Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Kabupaten Malang) menggelar Forum Perangkat Daerah sebagai rangkaian Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Malang Tahun 2027. Acara berlangsung di Pendopo Panji pada Selasa (03/02/2026) pagi.
Forum ini menjadi tahapan strategis dalam penyusunan arah pembangunan Kabupaten Malang tahun 2027. Seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan dilibatkan untuk menyelaraskan program prioritas pembangunan.
Kepada media Kabar Pojok Indonesia, Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan bagian penting dari proses penyusunan RKPD yang disusun secara bertahap dan partisipatif.
“Ini bagian dari proses kita menyusun perencanaan pembangunan tahun 2027. Salah satunya melalui forum ini untuk menyepakati hasil Musrenbang yang telah dilaksanakan sebelumnya,” ujarnya.
Tomie menambahkan bahwa hasil kesepakatan forum perangkat daerah nantinya akan digabungkan dengan penyusunan dokumen teknokratik oleh perangkat daerah, kemudian dipadukan dengan pokok-pokok pikiran dari DPRD Kabupaten Malang sebelum ditetapkan menjadi rancangan RKPD 2027.
Terkait masukan dari anggota DPRD, termasuk dari Kepala Dispora Suwadji, Tomie menegaskan bahwa semua usulan tetap menjadi bagian dari proses perencanaan dan akan diformulasikan lebih lanjut sesuai kemampuan anggaran.
“Semua usulan tetap masuk. Tinggal nanti kita formulasikan alokasi anggarannya, apakah dapat diselesaikan dalam satu atau dua tahun. Semuanya akan dihitung secara matang,” jelasnya.
Tomie juga memastikan bahwa rencana pembangunan alun-alun baru telah masuk dalam dokumen perencanaan sebagai turunan dari RPJMD Kabupaten Malang.
“Itu bagian dari RPJMD, dan RKPD merupakan turunannya. Jadi memang sudah masuk dalam perencanaan daerah,” tegasnya.
Pembangunan alun-alun ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027, diawali dengan proses pembebasan lahan. Adapun luas lahan yang direncanakan mencapai sekitar empat hektare, dengan dua alternatif lokasi yang masih dalam tahap kajian.
Selain ruang publik, konsep pengembangan alun-alun juga mencakup fasilitas penunjang di area bawah bangunan, termasuk kemungkinan adanya ruang komersial seperti pusat perbelanjaan (mall).
Tomie berharap Forum Perangkat Daerah ini menjadi momentum sinkronisasi dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Malang yang berkelanjutan.
“Harapannya kegiatan ini bisa menyinkronkan, menyepakati, dan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Malang Makmur Berkelanjutan,” pungkasnya.
Pra Musrenbang RKPD ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum Musrenbang Kabupaten Malang, yang nantinya akan menetapkan prioritas pembangunan daerah secara lebih komprehensif dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.






