Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menutup penghujung tahun 2025 dengan cara yang penuh makna melalui kegiatan “Kalteng Berdoa & Konser Amal untuk Bangsa”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini memadukan doa bersama dan konser amal sebagai simbol persatuan serta solidaritas antar sesama. Momentum pergantian tahun dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kemanusiaan, bukan sekadar perayaan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama. Kita ingin menutup tahun dengan doa dan aksi nyata, serta menyambut tahun baru dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat gotong royong dan toleransi yang hidup dalam falsafah Huma Betang harus terus dijaga sebagai jati diri masyarakat Kalimantan Tengah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita ingin nilai-nilai Huma Betang tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Kalteng—hidup rukun dalam keberagaman dan saling membantu,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajakan terbuka kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana amal yang ditujukan bagi saudara-saudara yang membutuhkan, sekaligus memperkuat rasa empati di tengah kehidupan sosial.
Dengan balutan doa dan aksi kemanusiaan, Kalimantan Tengah menutup tahun 2025 dengan penuh makna. Harapan pun dipanjatkan agar Tahun Baru 2026 membawa Indonesia menuju kondisi yang lebih damai, adil, dan sejahtera.
Dari Kalimantan Tengah, semangat persaudaraan digaungkan—untuk Indonesia.
Zulmi



