Palangka Raya — Suasana berbeda terasa di Bundaran Besar Palangka Raya saat pergantian tahun. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memilih menutup tahun 2025 tidak dengan gemerlap semata, tetapi melalui doa lintas agama dan konser amal yang sarat makna persatuan.
Melalui kegiatan “Kalteng Berdoa & Konser Amal untuk Bangsa” yang digagas Diskominfosantik Kalimantan Tengah, masyarakat diajak untuk menjadikan momentum Tahun Baru 2026 sebagai ruang refleksi bersama.
Di tengah keberagaman, doa-doa dipanjatkan oleh berbagai unsur agama sebagai simbol harmoni dan toleransi. Kebersamaan ini menjadi pesan kuat bahwa Kalimantan Tengah tetap kokoh dalam persatuan, meski berbeda latar belakang.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran pejabat daerah turut hadir, mempertegas komitmen pemerintah dalam merawat nilai kebhinekaan di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, konser amal yang digelar juga menjadi wadah nyata untuk berbagi. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, menjadikan perayaan akhir tahun lebih bermakna.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah—hidup rukun dalam keberagaman, menjunjung tinggi gotong royong, serta saling menghormati.
Alih-alih sekadar pesta, pergantian tahun dimaknai sebagai momen memperkuat empati, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.
Dari jantung Kota Palangka Raya, pesan itu mengalir jelas: bahwa masa depan yang damai dan sejahtera hanya dapat dibangun melalui persatuan dan kepedulian bersama.
Zulmi
















