Pemprov Kalteng Gandeng 36 Kampus, Perluas Akses Pendidikan Gratis bagi Puluhan Ribu Siswa

More articles

PALANGKA RAYA, investigasi.news – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Hal ini diwujudkan dengan menggandeng 36 perguruan tinggi serta meluncurkan berbagai program strategis pendidikan tahun 2026.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Fauzan, serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali. Secara daring, kegiatan ini juga diikuti sekitar 90 ribu siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah.

Pemprov Kalteng meluncurkan sejumlah program unggulan, di antaranya Program D1 Vokasi Pertanian melalui Akademi Komunitas bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, bantuan seragam sekolah bagi lebih dari 60 ribu siswa, serta pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin) di Universitas Palangka Raya.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta melalui Program Kuliah Gratis. Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik, serta membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur.

Pemprov Kalteng menegaskan bahwa pendidikan merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sekaligus kunci dalam memutus rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian.
“Kami tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, dan tidak bisa makan,” tegas Gubernur Agustiar Sabran.

Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemprov Kalteng tetap berkomitmen menempatkan sektor pendidikan sebagai fokus utama pembangunan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing.

Pemprov Kalteng juga berharap dukungan pemerintah pusat agar program-program pendidikan yang telah diluncurkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, para staf ahli gubernur, asisten, civitas akademika, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng.

Melalui langkah strategis ini, Pemprov Kalteng optimistis dapat memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas, sekaligus mendorong terwujudnya Kalimantan Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Zulmi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest