Banner

Antisipasi Kondisi Darurat Dilapangan, Peserta Gabalil Hai Sua Ikuti Pembekalan Kesehatan Dari Tim Medis

More articles

Malut, Investigasi.News-, Panitia kegiatan Gabalil Hai Sua 2026/GHS-2026 (Keliling Tanah Sula) memberikan pembekalan dan praktek kesehatan kepada 30 peserta sebelum memulai perjalanan sejauh kurang lebih 135 kilometer mengelilingi Pulau Sulabesi.

Pembekalan ini menjadi langkah awal dalam memberikan pemahaman tentang pertolongan pertama, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan selama perjalanan berlangsung.

Dokter pendamping kegiatan, dr. Ivan Sangaji, menjelaskan bahwa saat ini kasus henti jantung tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tetapi juga mulai banyak dialami oleh kalangan usia muda.

“Sekarang banyak kejadian henti jantung dan henti napas pada usia muda. Oleh karena itu, pengetahuan bantuan hidup dasar sangat penting sebagai langkah awal pertolongan”, ujar Ivan Minggu (19/4).

Ia menambahkan, ketika seseorang mengalami henti jantung, aliran darah ke otak akan terhenti. Dalam hitungan menit tanpa oksigen, kondisi tersebut dapat berujung pada kematian.

“Jika tidak ada suplai oksigen ke otak walau hanya beberapa menit, risikonya sangat fatal. Karena itu tindakan cepat seperti pompa jantung sangat penting untuk menyelamatkan nyawa”, jelasnya.

Menurutnya, teknik bantuan dasar seperti resusitasi jantung paru (RJP) sebenarnya cukup sederhana, namun masih jarang dilakukan oleh masyarakat.

“Banyak orang masih ragu atau tidak berani bertindak saat melihat korban pingsan. Padahal yang paling dibutuhkan adalah tindakan cepat, bukan sekadar memijat atau menggosok tubuh korban”, tambahnya.

Melalui pembekalan ini, panitia berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk melakukan tindakan awal saat menghadapi situasi darurat.

“Kami tidak menuntut peserta langsung mahir, tapi minimal berani mengenali situasi dan melakukan langkah awal pertolongan”, tutup dr. Ivan

spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest