Iklan muba

Tiga Tahun Terapkan CMS, Kementerian ATR/BPN Perkuat Transparansi dan Pengawasan Keuangan

More articles

Nasional- Upaya memperkuat transparansi dan tata kelola keuangan negara terus dilakukan Kementerian ATR/BPN melalui penerapan sistem digital. Selama tiga tahun terakhir, kementerian ini telah mengimplementasikan Cash Management System (CMS) sebagai bagian dari transformasi pengelolaan kas berbasis non-tunai.

Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menyampaikan bahwa penggunaan CMS menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih transparan dan akuntabel.

“Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan negara, menerapkan transaksi digital secara real time, meminimalkan praktik korupsi, serta mempermudah pengawasan oleh pimpinan dan auditor,” ujarnya dalam kegiatan Apresiasi Pengelolaan Cashless dan Optimalisasi PNBP di Jakarta.

CMS merupakan sistem perbankan digital yang memungkinkan pengelolaan transaksi secara real time online, mulai dari informasi saldo, transfer antar rekening, hingga pembayaran penerimaan negara. 

Penerapan sistem ini mengacu pada regulasi pemerintah terkait pengelolaan rekening kementerian/lembaga.

Menurut Dalu Agung, penggunaan CMS juga mendorong seluruh satuan kerja untuk beralih ke sistem pembayaran non-tunai guna meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan kas negara.

Ia menambahkan, tren penggunaan CMS di lingkungan ATR/BPN terus menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan pada 2025, kementerian ini berhasil meraih peringkat pertama kategori penggunaan CMS tingkat kementerian/lembaga dengan jumlah virtual account lebih dari 500 rekening.

“Ke depan, kami menargetkan pemanfaatan CMS semakin optimal pada 2026, sehingga pengelolaan keuangan semakin efisien dan akuntabel,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, ATR/BPN juga memberikan penghargaan kepada berbagai satuan kerja, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penggunaan CMS dan pencapaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

Penilaian mencakup tingkat penggunaan CMS pada sejumlah bank mitra seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia, serta capaian target PNBP di berbagai kategori.

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) ATR/BPN, Kartika Sari, menjelaskan bahwa optimalisasi CMS menjadi strategi penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi sekaligus mencegah temuan berulang dalam audit keuangan.

“Pengelolaan CMS ini ditujukan untuk memitigasi potensi temuan audit, sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan APBN dan PNBP secara menyeluruh,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama ATR/BPN, kepala kantor wilayah BPN provinsi, serta perwakilan kantor pertanahan kabupaten/kota. 

Hadir pula sejumlah mitra perbankan yang turut mendukung implementasi sistem pembayaran non-tunai di lingkungan kementerian.

Melalui penerapan CMS, ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan keuangan negara yang bersih, transparan, dan berintegritas di era digital.( Wahyu)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest